Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pendulang Tertimbun Longsor di Jayapura

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com. – Upaya pencarian intensif selama tiga hari di kawasan gajah putih Jayapura Selatan , Kota Jayapura, Papua akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban tanah longsor dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa malam (17/2/2026).

Korban diketahui bernama Rafles Fonataba/Waromi (22). Insiden ini bermula saat korban tengah melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi kejadian. Tanpa diduga, material tanah mengalami longsor dan menimbun korban seketika.

Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, laporan awal diterima dari warga bernama Tambirana Woru.

Pihak keluarga dan masyarakat sempat melakukan pencarian mandiri namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya meminta bantuan Basarnas.

Baca Juga :  Ignasius Yogo: Isu Keamanan Tidak Seharusnya Menghambat Pembangunan Papua

“Setelah tiga hari pencarian, rekan korban atas nama Okto menemukan titik koordinat korban pada pukul 17.57 WIT. Ia kemudian meminta bantuan tim Basarnas untuk proses evakuasi karena kondisi medan yang berisiko,” ujar Anton.

Medan yang curam dan kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Tim SAR Gabungan harus ekstra waspada karena material tanah di lokasi masih sangat mudah longsor kembali.

“Medannya cukup sulit dan materialnya rawan longsor susulan, sehingga tim harus bekerja sangat hati-hati. Tim sempat kewalahan saat proses evakuasi, namun berkat kerja sama yang solid, korban berhasil diangkat pada pukul 21.15 WIT,” tambah Anton.

Baca Juga :  Polisi Kawal Distribusi Logistik ke Beberapa Distrik di Kabupaten Yalimo

Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai unsur, di antaranya:
Basarnas & Rescuer Kantor SAR Jayapura (11 Personel) Polresta Jayapura & KP3 Laut Koramil Jayapura Selatan Bidokkes Polda Papua & UPC 119 Kota Jayapura BPBD, PMI, Orari, dan RAPI Saka Wanabhakti, pihak keluarga, serta masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. “Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Seluruh personel kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkas Anton. (Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru