Puncak Jaya,realitapapua.com – Kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar menjaga garis perbatasan, melainkan juga menghadirkan rasa aman melalui pendekatan hati ke hati. Hal ini dibuktikan oleh personel Pos KOTIS Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti saat menggelar patroli simpatik di Desa Wanigobak, Distrik Puncak Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Rabu (18/03/2026).
Dipimpin oleh Serka Lalasi, tim patroli menyusuri pemukiman warga dengan misi utama mempererat silaturahmi. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Satgas Yonif 136 dalam mengedepankan sisi humanis dan dialogis di wilayah penugasan.
Menyambangi Kediaman Kepala Suku
Salah satu momen hangat terjadi saat personel Satgas menyambangi kediaman Kepala Suku setempat, Bapak Bimber Telenggeng. Meski sang Kepala Suku sedang tidak berada di tempat, tim disambut dengan penuh kekeluargaan oleh ibunda beliau.
Komunikasi dua arah yang terjalin menjadi bukti kuat bahwa kehadiran TNI diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat adat. Dialog santai tersebut menjadi sarana efektif untuk mendengar aspirasi warga sekaligus mempertebal kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Layanan Kesehatan “Jemput Bola”
Tak sekadar berkeliling, Satgas Yonif 136 juga membawa misi kemanusiaan melalui layanan kesehatan keliling. Petugas medis Satgas langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan bagi warga yang memiliki keluhan kesehatan.
Kehadiran layanan “jemput bola” ini memicu antusiasme tinggi dari warga Wanigobak yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan permanen.
“Kami senang dengan kehadiran bapak-bapak TNI di sini. Mereka datang dengan niat baik, membantu masyarakat, dan kami merasa aman serta diperhatikan,” ungkap Mama Bimber Telenggeng, istri Kepala Suku, saat memberikan apresiasinya.
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti berharap situasi di Distrik Puncak Mulia tetap kondusif, aman, dan nyaman. Lebih dari itu, patroli simpatik ini diharapkan mampu memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di pedalaman Papua.
( Redaksi)









