Timika,realitapapua.com — Sebuah speed boat berkapasitas 85 PK yang mengangkut muatan buah apel dilaporkan sempat hilang kontak dalam perjalanan dari Timika menuju Asmat. Beruntung, setelah dilakukan pencarian, kapal beserta satu orang kru di dalamnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan.
Peristiwa ini bermula ketika speed boat yang diawaki oleh Rally Farneubun (40) bertolak dari Timika pada Senin (1/6) dan dijadwalkan tiba di Asmat pada hari yang sama. Namun, hingga Jumat (5/6) pagi,
keberadaan kapal tak kunjung diketahui, hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Asmat.
Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, langsung bergerak cepat.
“Kami langsung memberangkatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari personel rescuer SAR Asmat, TNI AL, dan Pol Airud menggunakan RIB 85 PK Basarnas untuk melakukan penyisiran di rute yang biasa dilalui korban,” ujar Wagianto.
Setelah melakukan penyisiran intensif, tim SAR gabungan mendapatkan titik terang sekitar pukul 16.00 WIT. Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa speed boat beserta korban telah diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas.
Lokasi Penemuan: Perairan Timika, sekitar 23 Nautical Mile (Nml) dari Muara Poumako.
Kondisi Korban: Rally Farneubun (40) dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat.
Meski sudah ditemukan, proses evakuasi menuju daratan sempat mengalami hambatan. Sekitar pukul 17.30 WIT, tim SAR gabungan menerima laporan bahwa kapal nelayan yang membawa korban belum bisa mendekat ke Muara Poumako akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kapal nelayan tersebut memutuskan untuk bertahan di posisi aman terlebih dahulu.
Evakuasi lanjutan menuju Muara Poumako direncanakan bakal berlanjut keesokan pagi, sembari menunggu kondisi cuaca kembali membaik dan bersahabat. Tim SAR gabungan dari Timika kini bersiaga di posko untuk menyambut kedatangan korban.
( Redaksi)









