Jayapura, realitapapua.com – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Papua kembali membuahkan hasil gemilang. Satuan Tugas (Satgas) Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) berhasil menemukan dan mengamankan ladang ganja di kawasan hutan Desa Tomka, Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Temuan ini menjadi bagian dari langkah tegas aparat dalam menekan peredaran narkoba yang diduga kuat menjadi salah satu sumber pendanaan dan logistik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa prajurit di lapangan menemukan ratusan pohon ganja yang disembunyikan di tengah hutan.
“Dari hasil penemuan di lokasi, prajurit berhasil mengamankan sebanyak 169 pohon ganja yang telah tumbuh subur dan dalam kondisi siap dipanen,” ujar Letjen TNI Lucky
Avianto dalam keterangan resminya.
Menurutnya, tanaman ilegal tersebut sengaja dibudidayakan di kawasan hutan sekitar Desa Tomka demi menghindari endusan aparat karena lokasinya yang sangat sulit dijangkau.
Setelah penemuan tersebut, personel Satgas Yonif 753/AVT langsung mencabut seluruh tanaman ganja dan menyerahkannya ke pos kepolisian terdekat untuk dimusnahkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil panen dari ladang ganja ini rencananya akan dijual ke masyarakat luas, di mana keuntungannya akan digunakan untuk menyokong aktivitas KKB.
“Dari informasi yang diterima, terungkap tanaman ganja itu merupakan sumber logistik KKB yang setelah dipanen akan dijual ke masyarakat,” jelas Pangkogabwilhan III.
Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh mengambil bagian dalam perang melawan narkoba. Langkah ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketujuh yang menekankan perang total terhadap peredaran narkotika.
“Setiap akar ganja yang dicabut adalah ikhtiar TNI untuk menyelamatkan generasi muda agar tetap tumbuh dalam nilai-nilai luhur adat, norma, dan budaya, tanpa narkoba. Karena mereka adalah harapan masa depan Papua,” tegas Lucky.
Dalam kesempatan yang sama, Letjen TNI Lucky Avianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan narkoba. Ajakan ini sekaligus merespons seruan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang sebelumnya sempat menyuarakan dukungan terhadap legalisasi budidaya ganja di tanah Papua.
Lucky menilai propaganda yang digaungkan oleh kelompok tersebut sangat berbahaya dan dapat merusak masa depan generasi muda Papua.
“Seruan (legalisasi ganja) itu merupakan wujud nyata upaya KKB untuk merusak dan menghancurkan mental-spiritual masyarakat, khususnya generasi muda penerus masa depan Papua,” pungkasnya. ( Redaksi)









