Puncak Jaya, realitapapua.com – Di balik tebalnya kabut dan dinginnya udara pegunungan Papua Tengah, sebuah kehangatan hadir di tengah-tengah masyarakat Kampung Wondama. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti menggelar aksi humanis lewat patroli simpatik dan anjangsana ke rumah-rumah warga setempat pada Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Letda Inf Wandy ini dirancang bukan sekadar untuk memantau situasi keamanan, melainkan sebagai wadah mempererat ikatan kekeluargaan antara prajurit TNI dan masyarakat di wilayah penugasan.
Sambil berjalan kaki menyusuri jalanan kampung yang berliku, para prajurit menyapa ramah setiap warga yang mereka temui. Dialog-dialog kecil tercipta secara natural. Personel Satgas tampak telaten mendengarkan keluh kesah, harapan, sekaligus cerita sehari-hari masyarakat setempat.
Kehadiran para ksatria Tuah Sakti ini pun disambut hangat dengan senyuman dan antusiasme tinggi dari warga yang merasa diperhatikan.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara yang selalu siap mendengar, membantu, dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat,” ujar Letda Inf Wandy di sela-sela kegiatan.
Secara terpisah, Dansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa komitmen menjaga kondusivitas wilayah harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis.
Menurutnya, kehadiran TNI di garis depan harus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan psikologis masyarakat sekitar.
“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga membangun kedekatan, menumbuhkan rasa saling percaya, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi warga,” tegas Letkol Inf Yudi.
Ia juga berharap hubungan emosional yang telah terbangun kokoh ini dapat terus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di Tanah Papua.
Respons positif mengalir langsung dari lisan masyarakat. Bapak Kogoya (43), salah satu warga Kampung Wondama, mengaku sangat bersyukur atas konsistensi personel Satgas yang rajin menyambangi kampung mereka.
“Kami senang kalau bapak-bapak TNI datang ke kampung. Mereka selalu menyapa, mendengar cerita kami, dan melihat keadaan warga. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendiri,” ungkap Kogoya haru.
“Semoga hubungan baik ini terus terjaga dan bapak-bapak TNI selalu diberi keselamatan dalam bertugas.” Tambahnya
Melalui pendekatan persuasif dan penuh kasih sayang ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti membuktikan bahwa menjaga kedaulatan NKRI di pelosok Papua tidak melulu soal angkat senjata, melainkan juga tentang bagaimana merangkul dan memenangkan hati rakyat. ( Redaksi)









