Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Yalimo: Amankan Dua Senjata Api dan Amunisi

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 15:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yalimo, realitapapua.com – Sebuah langkah signifikan dalam upaya menjaga keamanan di Papua dilakukan oleh Satgas Ops Damai Cartenz 2025. Satgas berhasil menangkap salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Yalimo, komplotan Aske Mabel. Tersangka bernama Okoni Siep alias Nikson Matuan ditangkap di Kabupaten Yalimo pada Minggu (02/02/2025).

Operasi ini juga berhasil mengamankan dua pucuk senjata api laras panjang jenis AK China 2000P beserta dua buah magazen berisi 46 butir amunisi tajam, yang sebelumnya dilaporkan dibawa lari oleh Aske Mabel dari Polres Yalimo pada Juni 2024. Selain itu, polisi menyita sebuah ponsel OPPO A18 warna hitam yang diduga milik korban Korinus Yohanis Wentken dan sebuah dokumen permohonan bantuan dana berlogo Organisasi yang dimiliki KKB.

Baca Juga :  Dosen Hukum UNCEN Tegaskan Dukungan bagi Polri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme

Berdasarkan hasil penyelidikan, Okoni Siep diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan terhadap korban Muktar Layuk (MD) dan Korinus Yohanis Wentken (selamat) pada 5 November 2024 di Jalan Trans Wamena – Jayapura, Kampung Hobakma, Kabupaten Yalimo.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani,menegaskan komitmennya untuk terus mengejar kelompok KKB Yalimo hingga tuntas. “Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata yang terus mengganggu keamanan di Papua. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku dan jaringan mereka berhasil dilumpuhkan,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat Papua, khususnya di wilayah Yalimo, untuk tidak memberikan dukungan kepada kelompok KKB.” Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh propaganda KKB. Jika memiliki informasi terkait keberadaan mereka, segera laporkan kepada aparat keamanan agar kita bisa bersama-sama menciptakan Papua yang damai dan aman,” tutur Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Baca Juga :  Polda Papua Menerjunkan Tim Labfor Usut Insiden Gangguan Kesehatan Massal di Depapre

Dengan penangkapan Okoni Siep, aparat kini terus memburu keberadaan Aske Mabel dan kelompoknya yang diperkirakan masih bersembunyi di Yalimo. Satgas Ops Damai Cartenz 2025 menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan operasi keamanan demi memastikan situasi di Papua tetap kondusif dan aman. ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Akibat Korsleting Genset, Puluhan Rumah di Mappi Ludes Terbakar
TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan
Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih
Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua
Polsek Abepura Gerebek Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa, Pelaku Kocar-kacir Kabur
Kota Sorong Pacu Pembangunan KNMP Tanjung Kasuari, Dorong Produktivitas Nelayan
Warga Kampung Tinggi Nambut Sambut Antusias Layanan Kesehatan dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Diduga Akibat Korsleting Genset, Puluhan Rumah di Mappi Ludes Terbakar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:25 WIB

TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua

Berita Terbaru