Sarmi,realitapapua.com – Banjir akibat luapan Sungai Tor dilaporkan melanda tiga kampung di Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua, sejak Minggu (19/10/2025) hingga Senin (20/10/2025). Total 49 Kepala Keluarga (KK) terdampak musibah ini, sementara aparat kepolisian terkendala mencapai lokasi karena kekosongan stok Bahan Bakar Minyak di distrik tersebut.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan kejadian bencana alam tersebut. Menurutnya, luapan air Sungai Tor mulai terjadi pada Minggu (19/10) hingga Senin (20/10) sekitar pukul 14.30 WIT.
Tiga kampung yang terdampak yakni
Kampung Segar Tor: 24 KK terdampak.
Kampung Denander: 18 KK terdampak.
Kampung Safrom Tane: 7 KK terdampak.
“Saat ini, Kapolsek bersama anggota Polsek Tor Atas tengah melakukan pengecekan dan pendataan warga yang terkena musibah banjir,” ujar Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Selasa (21/10).
Kombes Pol Cahyo menambahkan bahwa ketinggian air saat banjir awal diperkirakan mencapai batas lutut orang dewasa.
Namun, ia mengungkapkan kendala di lapangan. Hingga laporan awal ini dibuat, pihak kepolisian belum bisa mendatangi langsung lokasi ketiga kampung tersebut karena terkendala kekosongan stok BBM.
“Perjalanan yang dilalui hanya bisa ditempuh menggunakan jalur sungai, sehingga kami terkendala BBM untuk perahu,” jelasnya.
Polisi akan terus melakukan pendataan dan memastikan bahwa semua kerusakan dan korban terdampak tercatat. “Apabila masih ada kerusakan yang belum terdata, akan kami laporkan selanjutnya,” tutupnya. ( Redaksi)









