Jayapura,realitapapua.com – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua menggelar Lomba Kampung Bebas Dari Narkoba (KBDN). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menggalakkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta zat adiktif lainnya, termasuk minuman keras (miras).
Kampung Bebas Dari Narkoba sendiri merupakan satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan yang memiliki kemandirian dan sinergitas kuat dengan instansi terkait. Penentuan wilayah KBDN didasarkan pada masukan tokoh masyarakat, analisis media, serta data intelijen dan pengungkapan kasus (reskrim) terkait maraknya peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut.
Ketua Seksi Lomba Kampung Bebas Narkoba Polda Papua, Kompol Sobirin Sumantri mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada tiga kampung yang diusulkan oleh jajaran Polres untuk bersaing di tingkat polda.
“Untuk lomba Kampung Bebas Narkoba tahun 2026 di Polda Papua, sementara ada tiga kandidat kampung yang diusulkan oleh tiga Polres. Di antaranya adalah Kampung Pulau Kosong usulan Polresta Jayapura Kota, Kampung Wonorejo dari Polres Keerom, dan satu kampung lagi dari Polres Sarmi,” ujar Kompol Sobirin.Rabu, (17/06/2026)
Menurutnya, tim penilai akan segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual. Kampung yang paling memenuhi kriteria dan indikator yang dipersyaratkan akan dipilih untuk mewakili Papua di ajang serupa pada tingkat nasional di Mabes Polri.
Sasaran program KBDN ini bersifat menyeluruh, mencakup upaya preemtif (melibatkan keaktifan masyarakat), preventif (sosialisasi dan penyuluhan), hingga represif (penegakan hukum dan rehabilitasi).
Agar program ini berjalan terus-menerus (sustainable), pembentukan KBDN diselaraskan dengan program P4GN milik BNNP maupun BNNK setempat. Sementara untuk penganggarannya bersumber dari sinergi anggaran yang sah, mulai dari APBN, APBD, APB Desa, hingga sumber lain yang tidak mengikat sesuai peraturan perundang-undangan.
Tim juri dari Ditresnarkoba Polda Papua menetapkan sejumlah kriteria ketat dengan bobot penilaian untuk menentukan pemenang yang akan mewakili Polda Papua ke tingkat mabes polri.
Melalui perlombaan ini, Polda Papua berharap tidak hanya melahirkan perwakilan terbaik ke tingkat nasional, tetapi juga memicu kampung-kampung lain di seluruh Papua untuk membangun benteng pertahanan mandiri melawan peredaran narkoba dan miras demi masa depan generasi muda. ( Redaksi)









