Jayapura,realitapapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua secara resmi memaparkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dalam rilis akhir tahun 2025.
Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, menegaskan bahwa pemaparan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Polri kepada publik atas capaian kinerja serta langkah strategis sepanjang tahun 2025.
“Rilis ini adalah evaluasi menyeluruh terhadap profesionalisme SDM, penyidikan tindak pidana, modernisasi sarana prasarana, hingga prediksi situasi kamtibmas untuk menyongsong tahun 2026,” ujar Irjen Pol Patrige Renwarin
Cakupan Wilayah dan Kekuatan Personel
Saat ini, Polda Papua mengawal tiga provinsi sekaligus, yakni Provinsi Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, dengan total 21 Polres, 101 Polsek, dan 43 Polsubsektor.
Meskipun melayani wilayah yang sangat luas, Kapolda mengungkapkan adanya tantangan pada pemenuhan SDM. Dari Daftar Susunan Personel (DSP) sebanyak 23.140, saat ini baru terisi 12.953 personel.
Kekurangan Personel: 10.187 orang.
Komposisi Saat Ini: 2 Pati, 135 Pamen, 1.308 Pama, 11.066 Bintara, 277 Tamtama, dan 165 ASN.
Realisasi Anggaran dan Infrastruktur
Polda Papua mencatatkan kinerja keuangan yang sangat baik. Dari dukungan anggaran DIPA sebesar Rp1,83 Triliun, telah terealisasi sebanyak Rp1,82 Triliun atau mencapai 99,60% per 24 Desember 2025.
Di sisi infrastruktur, Polri terus meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pembangunan: Barak Siaga Yon D Pelopor Satbrimob Polda Papua (555 m²).
14 Rumah Dinas di wilayah Polres Keerom, Jayawijaya, dan Boven Digoel.
Fungsi Samapta dan Binmas: Pelayanan Publik Meningkat
Direktorat Samapta menunjukkan peningkatan aktivitas di lapangan guna menjamin keamanan masyarakat:
Strong Point: 4.484 kegiatan (naik 472 dari tahun 2024).
Patroli Motor (R2): 5.486 kali dan Patroli Mobil (R4): 2.302 kali.SAR: Meningkat menjadi 85 kegiatan (sebelumnya 63). Sementara Bhabinkamtibmas: Sebanyak 872 personel telah melakukan Door To Door System (DDS) sebanyak 219.744 kali di seluruh pelosok Papua.
Keamanan Ruang Digital dan Humas
Bidang Humas Polda Papua aktif melakukan edukasi dan pengawasan siber. Sepanjang 2025, tercatat 5.106 link publikasi dan 1.031 konten diproduksi.
Cyber Troops: Melakukan patroli siber pada 5.587 link.Konten Provokatif: Berhasil menangani 2.709 konten hoaks dan disinformasi.
Penegakan Disiplin dan Hukum Internal
Sebagai bentuk komitmen bersih-bersih internal, Polda Papua menindak tegas pelanggaran anggota: Pelanggaran Kode Etik: 119 kasus (95 selesai sidang).
Pelanggaran Disiplin: 240 kasus (181 selesai ditangani).
Lalu Lintas: Angka Kecelakaan Menurun Drastis
Kabar baik datang dari sektor lalu lintas. Angka kecelakaan di tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.Total Kecelakaan: 1.840 kasus (Turun 630 kasus dibanding 2024).
Korban Meninggal: 162 jiwa (Turun 128 jiwa).Pelanggaran Lalin: 33.001 kasus (Turun 9.126 kasus).Kerugian Materiil: Menurun sebesar Rp2,13 Miliar.
Catatan Kriminalitas Konvensional
Tindak pidana konvensional tercatat mengalami peningkatan secara kuantitas, namun penyelesaian perkara tetap berjalan konsisten.
Total Kasus: 2.578 kasus (Naik 566 kasus).
Curanmor: Menjadi tren tertinggi dengan 1.455 kasus (Naik 390 kasus).
Pengeroyokan: 338 kasus (Naik 36 kasus).
Curat: 336 kasus (Turun 96 kasus).
Pencurian dengan Kekerasan (Curas):
Tercatat 308 kasus di tahun 2025, naik 122 kasus dari tahun sebelumnya (186 kasus).
Penganiayaan Berat (Anirat): Melonjak tajam menjadi 85 kasus dibandingkan hanya 14 kasus di tahun 2024.
Pembunuhan: Terjadi peningkatan drastis dari 13 kasus di tahun 2024 menjadi 56 kasus di tahun 2025, dengan persentase penyelesaian sebanyak 34 kasus.
Kejahatan Transnasional dan Korupsi
Di bidang kejahatan transnasional, Polda Papua menangani 290 kasus, naik dari 262 kasus pada 2024. Kasus siber mengalami kenaikan dari 5 menjadi 15 kasus.
Sementara itu, kasus narkoba tercatat sebanyak 260 kasus. Menariknya, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mencapai angka nol (nihil) di tahun ini.
Untuk tindak pidana korupsi, Polda Papua berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp46.258.676.536 dari total kerugian negara yang mencapai Rp312,2 miliar.
Penanganan KKB dan Operasi Keamanan
Isu keamanan terkait KKB masih menjadi tantangan utama. Sepanjang 2025, tercatat 104 aksi KKB yang mengakibatkan 94 orang meninggal dunia (terdiri dari 9 TNI, 6 Polri, 64 warga sipil, dan 15 anggota KKB).
“Kami tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dan humanis sebagai strategi utama. Kami mendorong pemerintah daerah untuk berada di garis depan dalam merangkul masyarakat,” ujar Irjen Pol Patrige Renwarin.
Melalui Operasi Damai Cartenz 2025, Satgas Gakkum berhasil melumpuhkan 15 anggota KKB, mengamankan 20 orang, serta menyita 29 pucuk senjata api dan 4.194 butir amunisi.
Selain itu, melalui Operasi Rasaka Cartenz, Polri fokus pada peningkatan literasi (baca tulis) dan penanganan kesehatan masyarakat (Malaria dan ISPA).
Dukungan Program Asta Cita
Polda Papua turut berperan aktif mendukung Program Asta Cita Pemerintah RI, khususnya di bidang ketahanan pangan. Melalui Bhabinkamtibmas, dilakukan pendampingan pertanian jagung dan umbi-umbian di lahan tidur.
Dalam hal pemenuhan gizi, Polda Papua telah mengoperasionalkan 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tengah membangun 7 SPPG baru guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Menyongsong Tahun 2026
Menghadapi tahun 2026, Kapolda memetakan potensi gangguan dari kelompok kriminal politik seperti KNPB dan ULMWP, serta tantangan ekonomi yang memicu kejahatan konvensional.
“Rilis akhir tahun ini adalah pijakan evaluatif. Kami berkomitmen memperkuat patroli terpadu dan sinergi lintas instansi demi Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Kapolda sembari mengucapkan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Papua.( Redaksi)









