Jayapura,realitapapua.com — Polda Papua bersama Polres Biak terus mendalami kasus ledakan bom yang diduga kuat berasal dari sisa peninggalan Perang Dunia II. Hingga saat ini, aparat kepolisian telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap kronologi pasti insiden maut tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua, Kombes Pol. Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa total saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Biak kini telah mencapai 28 orang.
“Untuk saksi yang sudah diperiksa oleh Polres Biak, saat ini sudah ada 28 orang. Saksi-saksi ini termasuk pihak keluarga korban yang meninggal dunia akibat ledakan tersebut,” ujar Kombes Pol. Parasian H. Gultom.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kombes Parasian menjelaskan bahwa ada dua orang saksi mata yang melihat langsung aktivitas para korban sebelum ledakan terjadi.
Para korban diketahui sempat berkumpul dan melakukan aktivitas berbahaya, yakni berusaha membongkar dan mengambil isi dari bahan peledak tersebut.
15 Menit Sebelum Kejadian Saksi sempat melihat para korban sedang berkumpul dan bekerja membongkar bom Sempat Bertegur Sapa: Saksi bahkan sempat menyapa para korban di lokasi kejadian.
Setelah menyapa, saksi langsung meninggalkan lokasi. Sekitar 15 menit kemudian, bom tersebut meledak. Karena posisi saksi sudah berada di jarak yang cukup aman, mereka berhasil selamat tanpa mengalami cedera.
Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti ilmiah untuk memperkuat hasil penyelidikan di lapangan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah diterjunkan ke lokasi.
“Untuk hasil dari DVI saat ini kami masih menunggu. Begitu pula dengan hasil dari Labfor, kami masih menunggu prosesnya yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu ke depan,” pungkas Dirreskrimum Polda Papua.
( Redaksi)









