Yalimo,realitapapua.com – Tim gabungan kepolisian dari Polda Papua dan Polres Yalimo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus pembakaran dan penganiayaan di Camp PT Paesa, Kampung Wara, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo. Insiden ini mengakibatkan kerugian materiil yang signifikan dan hilangnya seorang korban.
Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, tim gabungan yang terdiri dari personel Satuan Brimob, ODC, Dit Reskrimum Polda Papua, dan Polres Yalimo tiba di lokasi kejadian pada Kamis, 19 September 2025, pukul 09.20 WIT. Saat tiba, lokasi camp ditemukan dalam keadaan sepi. Di sekitar TKP, terdapat sejumlah truk bermuatan yang ditinggalkan oleh sopir dan pemiliknya.
Hasil olah TKP menunjukkan kerusakan yang meluas, di antaranya: Kantor, dapur, dan ruang makan PT Paesa hangus terbakar.
Enam unit truk dan empat unit mobil Triton ludes dilalap api.Satu unit kendaraan roda dua dan sejumlah alat berat, termasuk empat ekskavator, juga hangus terbakar.Terdapat pula dua unit truk, tujuh alat berat, dan 13 molen yang ditemukan dalam keadaan rusak.
Tim tidak menemukan adanya jenazah korban, Nasir Daeng Mappa alias Bapak Dila, di lokasi. Meskipun tidak ada bercak darah, ditemukan jejak kaki yang mengarah ke sungai. Pencarian korban kemudian diperluas ke arah hutan dan jalanan trans Yalimo.
Pencarian membuahkan hasil ketika tim menemukan seorang sopir bernama Muhamad Rusli, 52 tahun, berjalan kaki dalam kondisi lemas di jalan trans Yalimo pada pukul 11.20 WIT. Rusli kemudian dievakuasi ke Polres Yalimo.
Dalam keterangannya, Rusli menceritakan bahwa ia bersama beberapa karyawan PT Paesa lainnya sedang makan di warung camp pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 16.00 WIT. Tiba-tiba, datang sejumlah orang tak dikenal (OTK) membawa senjata tajam dan menyerang mereka.
Karena ketakutan, Rusli dan karyawan lainnya melarikan diri ke hutan. Ia sempat melihat Nasir Daeng Mappa dan anaknya berlari ke tepi sungai, namun dihadang oleh para pelaku. Rusli yang panik terus berlari ke dalam hutan.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mencari keberadaan korban Nasir Daeng Mappa. ( Redaksi)









