Jayapura, realitapapua.com – Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Papua untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif menjelang, saat, dan pasca pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian, politik identitas, dan hoaks yang beredar di media sosial. Masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di 2.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 9 kabupaten/kota di Provinsi Papua.
Kabid Humas Polda Papua menguraikan bahwa berdasarkan tingkat kerawanan, TPS diklasifikasikan menjadi tiga kategori.
“Sebanyak 646 TPS masuk kategori kurang rawan, 1.131 TPS kategori rawan, dan 246 TPS tergolong sangat rawan,” jelasnya.
Untuk memastikan pelaksanaan PSU berjalan aman dan lancar, sebanyak 8.884 personel gabungan yang terdiri dari 3.385 personel Polri, 720 personel TNI, serta 4.779 anggota Linmas dikerahkan dalam operasi ini.
” Proses pergeseran pasukan dan distribusi logistik telah dimulai beberapa hari terakhir dengan memanfaatkan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan sungai menyesuaikan dengan kondisi geografis Papua.” Ungkapnya
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa pendistribusian logistik dan personel pengamanan sudah berjalan lancar, baik melalui jalur darat, laut, udara, maupun sungai. Ia juga menegaskan komitmen netralitas Polri dalam pelaksanaan PSU.
“Netralitas harga mati. Jika ada masyarakat yang menemukan anggota Polri tidak netral, silakan laporkan melalui website dumas presisi.polri.go.id,” tegasnya.
Terkait hasil perhitungan suara, Polda Papua mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai hasil quick count. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi yang akan diumumkan oleh KPU.
( Redaksi)









