Jayapura,realitapapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua bersama Perum Bulog Kanwil Papua hari ini (6/11) mendistribusikan sebanyak 165 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke tiga wilayah hukum. Langkah ini diambil untuk mengendalikan harga dan memutus kendala distribusi, sekaligus menjadi uji coba untuk menekan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rincian Distribusi Awal Papua Induk: 95 ton
Papua Selatan: 40 ton Papua Pegunungan 30 ton
Ancaman Tindak Tegas Penjual di Atas HET
Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol I Gusti Gede Era Adhinata, menegaskan bahwa HET untuk beras SPHP adalah Rp67.500 per 5 kg, atau Rp13.500 per kilogram.
“Apabila masyarakat mengetahui penjualan di atas HET, bisa segera melaporkan ke Polres setempat, terutama kepada Kasat Reskrim,” tegas Kombes I Gusti Gede.
Bahkan, beberapa Polres dilaporkan menjual beras SPHP di bawah HET, berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per 5 kg, disesuaikan dengan ongkos angkut wilayah.
Kombes Era Adhinata mengakui tantangan distribusi di daerah dengan biaya transportasi tinggi, seperti Kabupaten Pegunungan Bintang dan Oksibil, yang akan menjadi prioritas penyelesaian ke depan.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengapresiasi dukungan Polda Papua. Ia menyebut penyaluran ini bagian penting dalam pengendalian harga.
Secara kumulatif, Polda Papua telah menyalurkan sekitar 800 ton beras sejak Juli hingga November.
Sementara itu, total penyaluran Bulog Kanwil (Seluruh Papua) telah mencapai sekitar 12.000 ton.Stok di gudang Bulog untuk 6 provinsi saat ini kurang lebih 22.000 ton, dengan 11.000 ton lainnya sedang dalam perjalanan.
Rencananya, distribusi gelombang kedua akan dilakukan menjelang Hari Raya Natal. Satgas Pangan berkomitmen untuk terus memastikan mitra Polres menjual sesuai HET dan akan menindak tegas segala bentuk penumpukan atau penjualan yang melanggar ketentuan.
( Redaksi)









