Jayapura ,realitapapua.com – Program ketahanan pangan nasional kini tengah digenjot hingga ke wilayah tapal batas Indonesia. Di Distrik Muara Tami, tepatnya di kawasan Skouw, kolaborasi antara koperasi lokal dan kepolisian sektor setempat mulai membuahkan hasil nyata. Melalui komoditas jagung, masyarakat diarahkan untuk meningkatkan taraf ekonomi sekaligus menjaga stabilitas keamanan.
Ketua Koperasi Bina Ekonomi Bersama, Hans Luthernali, mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Muara Tami sebagai lumbung pangan.
Saat ini, pihaknya tengah fokus membuka lahan yang tersebar di empat kampung utama, yakni Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, dan Mosso.
“Lahan yang sudah dibuka sekarang ada 7 hektar dari target 5.000 hektar yang kami canangkan bersama kelompok koperasi. Khusus di lokasi ini, sudah ada 4 hektar lahan yang bersih dan siap,” ujar Hans saat ditemui di lokasi lahan, Sabtu (14/02).
Hans menjelaskan bahwa program ini tidak hanya soal menanam, tetapi membangun ekosistem ekonomi. Nantinya, hasil jagung akan diolah menjadi pakan ayam dan ikan untuk memenuhi kebutuhan lokal.
“Target kami ke depan, masyarakat tidak perlu pusing lagi soal pangan. Kami siapkan semuanya agar kebutuhan ekonomi keluarga di Distrik Muara Tami tercukupi,” tambahnya.
Mengenai mekanisme kerja, Koperasi Bina Ekonomi Bersama yang memiliki 42 anggota ini menerapkan sistem pemberdayaan pemilik hak ulayat. Koperasi memfasilitasi pembukaan lahan, bibit, hingga pupuk. Setelah tanam, pengelolaan dikembalikan kepada pemilik lahan hingga masa panen, lalu hasilnya dibeli kembali oleh koperasi dengan harga kompetitif.
“Kalau jagung, kita ikuti harga nasional di kisaran Rp4.500 per kilo, namun untuk harga lokal bisa mencapai Rp7.000 hingga Rp8.000,” jelas Hans.
Upaya swasembada pangan ini mendapat dukungan penuh dari Polsek Muara Tami. Kapolsek Muara Tami, AKP Zakaruddin, menyatakan bahwa program ini berdampak signifikan terhadap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Menurut Zakaruddin, kesibukan masyarakat dalam mengelola pertanian secara otomatis menekan angka kriminalitas dan kegiatan negatif lainnya.
“Dengan adanya program ini, kegiatan masyarakat yang tadinya mungkin negatif, kini tersalurkan ke hal positif. Ini sangat membantu kami dari sisi keamanan karena masyarakat fokus pada peningkatan ekonomi mereka,” ungkap AKP Zakaruddin.
Pendampingan Bhabinkamtibmas
Guna memastikan program berjalan lancar, Polsek Muara Tami telah menerjunkan personel pendamping di setiap titik produktif.
Setiap Bhabinkamtibmas di wilayah Skouw diinstruksikan melakukan pendampingan langsung kepada para petani.
“Kami tetap melakukan pembinaan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus menjaga kondusifitas Kamtibmas di daerah Skouw ini,” tutup Kapolsek.
Dengan sinergi antara pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan pengawalan keamanan dari kepolisian, kawasan perbatasan Skouw diharapkan mampu menjadi percontohan kemandirian pangan di Papua. ( Redaksi)









