Jayapura,realitapapua.com – Kepolisian Daerah Papua terus memperkuat struktur organisasinya demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia. Hal ini ditandai dengan peresmian Batalyon A dan B Pelopor serta penataan kembali Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Papua, Senin (2/3/2026).
Upacara peresmian yang berlangsung khidmat di Mako Brimob Polda Papua ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua, Kombes Pol Muhajir, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Papua. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, Dansat Brimob Kombes Pol Adarma Sinaga, serta pengurus Bhayangkari.
Langkah ini merujuk pada Keputusan Kapolri terkait pembentukan unit baru dan penataan struktur lama. Dalam prosesi tersebut, dilakukan penyerahan selubung tunggul kesatuan sebagai simbol penyerahan tanggung jawab operasional kepada para komandan batalyon yang baru dilantik.
Wakapolda Papua, Kombes Pol Muhajir, menegaskan bahwa perubahan struktur ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan strategis Polri.
“Upacara peresmian ini merupakan tonggak penting dalam penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas operasional. Kita ingin memastikan stabilitas kamtibmas di Tanah Papua tetap terjaga dengan personel yang lebih siap siaga,” tegas Kombes Pol Muhajir dalam amanatnya.
Selain penataan personel, Polri juga fokus pada penguatan infrastruktur. Saat ini, telah rampung pembangunan Barak Siaga Batalyon D Pelopor di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Pembangunan ini menggunakan anggaran APBN DIPA Sat Brimob Tahun 2025.
Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung mobilitas personel di wilayah selatan Papua yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Wakapolda menambahkan bahwa dalam waktu dekat, Kapolda Papua dijadwalkan akan meresmikan langsung barak tersebut.
Di hadapan para personel, Wakapolda menitipkan pesan agar Sat Brimob selalu mengedepankan pendekatan yang menyentuh hati masyarakat namun tetap tegas dalam koridor hukum.
“Tingkatkan profesionalisme, jaga loyalitas, dan kedepankan pendekatan humanis. Brimob harus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Tegas dalam penegakan hukum, namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ujarnya.
Dengan resminya Batalyon A dan B Pelopor ini, diharapkan Sat Brimob Polda Papua semakin solid, responsif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang di Papua. ( Redaksi)









