Jayapura, realitapapua.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura telah mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pelayaran selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berbagai penyesuaian layanan dan penambahan kapasitas armada disiapkan, menyusul prediksi lonjakan penumpang yang signifikan.
Pelabuhan Jayapura diproyeksikan menjadi salah satu titik keberangkatan terpadat di Indonesia, masuk dalam lima besar bersama Ambon, Makassar, Batam, dan Sorong.
Proyeksi Lonjakan Penumpang Capai 21.000 Orang
Kepala Pelni Cabang Jayapura, Nurul Azhar, mengungkapkan bahwa wilayah Jayapura dan sekitarnya memegang peran kunci dalam pergerakan penumpang Nataru tahun ini.
“Proyeksi kenaikan untuk kapal Pelni memang praktik tertinggi ada di wilayah sini (Jayapura dan sekitarnya), itu sekitar 9.700 orang,” kata Nurul.
Secara keseluruhan, prediksi total keberangkatan dari Jayapura untuk periode Nataru diperkirakan mencapai sekitar 21.000 orang.
Fokus persiapan Nataru adalah pada peningkatan fasilitas dan penyesuaian kapasitas kapal, khususnya untuk rute yang menghubungkan wilayah tengah dan timur Indonesia.
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Pelni terus melakukan upgrade fasilitas di atas kapal. Penumpang kelas ekonomi kini diberikan opsi untuk meningkatkan pengalaman pelayaran mereka dengan membeli fasilitas tambahan.
“Tempat tidur, tempat ibadah, fasilitas seperti minimarket, hingga area permainan anak bisa dimanfaatkan,” jelas Nurul.
Ia merinci bahwa khusus bagi pemegang tiket ekonomi, tersedia opsi upgrade layanan seperti penambahan fasilitas handphone dan akses Wi-Fi. Pelni juga kini menyediakan lokasi khusus bagi ibu menyusui dan area yang berbeda untuk penyandang disabilitas di atas kapal.
Selain itu, monitoring pergerakan kapal diperketat dan dapat dipantau langsung dari kantor Pelni Cabang Jayapura, yang terhubung secara real-time dengan kantor pusat di Jakarta.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang masif, Pelni telah menyesuaikan trayek lima kapal regulernya, yaitu KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Dorolonda, KM Sinabung, dan KM Gunung Dempo.
Sebagai langkah antisipasi ekstra, KM Labobar, yang sebelumnya tidak memiliki trayek ke Jayapura, kini dijadwalkan masuk pelabuhan pada tanggal 4, 12, dan 19 Desember.
KM Ciremai: Melakukan penyesuaian trayek dan tiba kembali di Jayapura pada tanggal 31 Desember 2025 KM Dobonsolo: Tiba di Jayapura pada 18 Desember 2025, dan akan berlayar kembali hingga ke Biak sebelum kembali lagi ke Jayapura.
Penyesuaian jadwal dan penambahan kapal ini diharapkan dapat menampung seluruh penumpang dan memastikan arus mudik dan balik Nataru berjalan lancar dan aman.( Redaksi)









