Jayapura,realitapapua.com – Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura memastikan kesiapan armada guna melayani masyarakat di Pelabuhan Jayapura. Sebanyak lima kapal penumpang dan tiga kapal perintis disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tahun ini.
Kepala Cabang Pelni Jayapura, Nurul Azhar, menjelaskan bahwa masa angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 6 Maret hingga 6 April 2026.
Jadwal Puncak Arus Mudik
Pelni memprediksi puncak pergerakan penumpang di Pelabuhan Jayapura akan terjadi pertengahan Maret dengan estimasi mencapai 4.000 hingga 5.000 orang dalam satu waktu. Berikut adalah jadwal tiga kapal utama yang diprediksi membawa massa paling banyak KM Sinabung: 11 Maret 2026
KM Gunung Dempo: 13 Maret 2026
KM Ciremai: 16 Maret 2026
“Secara keseluruhan, kami mengestimasi total pergerakan penumpang dari dan menuju Jayapura selama periode Lebaran mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang,” ujar Nurul Azhar di Jayapura, Senin (9/3).
Kabar gembira bagi pemudik, Pelni memberikan stimulus ekonomi berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar. Promo ini berlaku untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 5 April 2026.
Selain harga yang lebih terjangkau, penumpang juga dapat menikmati berbagai fasilitas di atas kapal, seperti Hiburan & Ibadah: Mini teater, mushola, kafe, dan layanan Wi-Fi.serta opsi upgrade kelas dari ekonomi ke kelas premium atau kelas plus. Layanan Ramadan: Penyesuaian menu khusus sahur dan berbuka puasa bagi penumpang yang menjalankan ibadah puasa.
Nurul Azhar menegaskan bahwa seluruh armada telah melalui prosedur ramp check (pemeriksaan kelayakan) untuk menjamin keselamatan pelayaran. Ia juga mengingatkan penumpang agar tidak membawa barang berbahaya atau satwa yang dilindungi.
Terkait kenyamanan di dalam kapal, Pelni memberikan peringatan keras mengenai fasilitas tempat tidur.
“Seluruh tempat tidur di kapal adalah fasilitas gratis bagi pemegang tiket resmi. Jika ada oknum yang meminta biaya tambahan, segera lapor ke petugas atau kantor Pelni agar ditindak tegas,” pungkasnya.
Posko terpadu bersama Kementerian Perhubungan dan KSOP Jayapura juga telah disiagakan untuk memantau kelancaran operasional di lapangan selama 24 jam. ( Redaksi)









