Jayapura,realitapapua.com — PT Pelni Cabang Jayapura memastikan seluruh armada kapal yang beroperasi di wilayah Papua dalam kondisi prima menjelang musim libur sekolah Juni 2026. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan mobilisasi masyarakat yang diprediksi akan mengalami lonjakan.
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengatur skema perawatan kapal (docking) secara bergantian agar tidak mengganggu pelayanan rute reguler.
“Kami mengatur teknisnya secara bertahap. Sebagai contoh, rencana KM Sinabung akan masuk dok, namun sebelum itu KM Dobonsolo sudah selesai dan keluar dok. Jadi pelayanan tetap berjalan bergantian,” ujar Daulat saat memberikan keterangan kepada media di Jayapura.
Kesiapan Logistik dan Pengawasan Ketat
Untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang masa liburan, PT Pelni berfokus pada keandalan alat produksi serta pemenuhan logistik di atas kapal.
Pengawasan ketat juga dilakukan bersama regulator melalui pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check), meliputi pemeriksaan sistem mesin dan fasilitas keselamatan.
“Dari pihak Pelni sendiri, persiapan logistik sudah kami matangkan, mulai dari pasokan BBM, bahan makanan, minuman, hingga ketersediaan air bersih di atas kapal. Semua sudah kami antisipasi dengan baik,” jelasnya.
Saat ini, Pelni Jayapura mengoperasikan enam armada kapal putih untuk melayani rute utama, di antaranya: KM Labobar
KM Gunung Dempo KM Dobonsolo
KM Sinabung KM Ciremai KM Tidar.
Selain armada utama, Pelni juga mengoperasikan tiga kapal perintis tol laut, yaitu Kapal Sabuk Nusantara 58, Sabuk Nusantara 81, dan Sabuk Nusantara 100, guna menopang mobilitas masyarakat di daerah-daerah terpencil selama masa liburan.
Menurut Daulat, arus penumpang tertinggi dari Jayapura sejauh ini masih didominasi oleh tujuan Serui dan Nabire.
Menyoroti tren pergerakan penumpang pasca-libur panjang keagamaan (Paskah, Pentakosta, Iduladha, dan Waisak), Daulat mengungkapkan adanya dinamika fluktuasi penumpang sejak awal tahun. Berdasarkan data evaluasi, volume penumpang pada periode Januari hingga Maret sempat stabil, namun mengalami penurunan sekitar 5% pada bulan April.
“Memasuki bulan Mei, grafik kembali menunjukkan peningkatan. Untuk bulan Juni ini, kami sangat yakin akan terjadi lonjakan yang signifikan. Apalagi saat ini sudah ada laporan pemesanan tiket dari beberapa rombongan besar, seperti rombongan gereja yang jumlahnya mencapai 50 hingga 100 orang per grup,” tambahnya.
Terkait tantangan kapasitas, Daulat tidak menampik bahwa kenyamanan penumpang terkadang sedikit berkurang apabila kapal mendapatkan dispensasi muatan dari pemerintah saat peak season.
“Ketika kapal dengan kapasitas normal 1.900 penumpang harus memuat hingga 2.900 orang karena dispensasi, tentu fasilitas seperti penggunaan kamar mandi tidak akan senyaman kondisi normal. Namun, standar keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Merespons dinamika keamanan dan ketertiban di atas kapal, pihak Pelni mengimbau dengan tegas agar seluruh calon penumpang mematuhi regulasi yang berlaku demi keselamatan bersama.
Pelni melarang penumpang membawa atau mengonsumsi minuman keras (miras), membawa senjata tajam/senjata api, serta menyalahgunakan obat-obatan terlarang selama pelayaran.
“Terkait aturan di dalam kapal sebenarnya sudah sangat jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kami dengan tegas melarang keras minuman keras dan barang berbahaya lainnya di atas kapal. Aturan ini sudah tertulis jelas demi menjaga keamanan seluruh penumpang,” pungkas Daulat. ( Redaksi)









