Jayapura,realitapapua.com — Guna membentengi generasi muda dari dampak negatif dunia digital dan lingkungan sosial, Kapolsek Jayapura Selatan (Japsel) AKP Zakaruddin, S.H., M.H., menyambangi SMP Negeri 9 Jayapura pada Kamis (9/7/2026) siang.
Kehadiran Kapolsek dalam momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 ini bertujuan memberikan edukasi preventif terkait kenakalan remaja kepada sekitar 240 siswa baru.
Bertempat di Aula SMPN 9 Jayapura, Jalan Amphibi, Kelurahan Hamadi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Sekolah, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., beserta jajaran dewan guru.
Dalam pembekalannya, AKP Zakaruddin memberikan atensi khusus pada maraknya judi online dan etika bermedia sosial yang belakangan kerap menjerat usia remaja.
“Kami ingatkan adik-adik, judi online itu dampaknya sangat merusak. Mulai dari kecanduan, gangguan kesehatan mental, kerugian finansial, hingga memicu seseorang untuk melakukan tindak pidana lainnya,” tegas Kapolsek.
Selain judi online, para siswa baru juga diajak untuk lebih bijak sebelum mengunggah sesuatu di platform digital. Ia meminta siswa menghormati perbedaan pendapat, menyaring informasi guna mencegah hoaks atau ujaran kebencian, serta tidak melakukan perundungan siber (cyberbullying).
Tidak hanya memberikan imbauan moral, Kapolsek juga memaparkan konsekuensi hukum yang nyata di hadapan para siswa:
Kasus Perundungan (Bullying): Pelaku kekerasan fisik maupun verbal terhadap anak dapat dijerat Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Kasus Cyberbullying: Pelaku perundungan di dunia maya dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., melalui Kapolsek Japsel menyatakan bahwa sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan langkah krusial dalam membentuk karakter pelajar yang taat hukum.
“Melalui momen MPLS ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar mereka berani menolak segala bentuk perundungan dan menjauhi judi online. Setiap perbuatan ada konsekuensi hukumnya. Jadilah pelajar yang berprestasi dan mampu menjaga diri, baik di lingkungan nyata maupun dunia digital,” cetus AKP Zakaruddin.
Antusiasme tinggi terlihat saat memasuki sesi tanya jawab interaktif. Sejumlah siswa aktif melemparkan pertanyaan kritis mulai dari penanganan kasus judi online, cara mengatasi bullying di sekolah, hingga mekanisme perlindungan bagi anak yang menjadi korban kekerasan.
Melalui sinergi erat antara Polri dan dunia pendidikan ini, diharapkan lingkungan sekolah di Kota Jayapura dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kriminalitas. ( Redaksi)









