Jayapura, realitapapua.com – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memberikan tanggapan tegas terkait pernyataan-pernyataan yang kerap dikeluarkan oleh Sebby Sambom.
Yusuf menyebut bahwa posisi Sebby di dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) perlu dipertanyakan legalitasnya secara organisasi.
“Saya perlu sampaikan di sini, dia [Sebby Sambom] itu hanya seorang influencer dari kelompok tersebut. Kalau influencer itu bisa di mana saja. Sementara kalau juru bicara, posisinya harus jelas ada di mana,” ujar Yusuf kepada awak media.selasa (17/02/2026)
Yusuf menilai, pernyataan-pernyataan yang dirilis oleh pihak Sebby merupakan bagian dari skenario lama untuk menarik simpati luar negeri. Menurutnya, KKB sengaja membangun narasi tertentu demi mendapatkan pengakuan.
“Itu merupakan hal biasa yang dilakukan KKB dalam rangka mempropagandakan aksi mereka, tujuannya agar mendapatkan validasi dari dunia internasional,” tegasnya.
Menanggapi klaim KKB yang sering menyebut korban warga sipil sebagai agen intelijen TNI-Polri, Yusuf menegaskan bahwa hal tersebut adalah kebohongan publik. Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, para korban murni merupakan pekerja sipil yang sedang membangun Papua.
Kasus Pilot: Murni merupakan warga sipil yang menjalankan tugas profesi, bukan agen intelijen.
Kasus Tukang Kayu: Korban di sekolah adalah pekerja yang sedang membuat meja dan kursi agar anak-anak Papua bisa belajar.
Fasilitas Kesehatan: Polisi menemukan bukti upaya pembakaran dua unit ambulans yang berhasil digagalkan oleh warga setempat.
Dampak Terhadap Pendidikan dan Kesehatan
Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi bohong yang disebarkan KKB. Ia menekankan bahwa tindakan KKB justru menghambat kemajuan di tanah Papua.
“Jika fasilitas sekolah dan kesehatan terus dihancurkan, maka daerah tersebut akan semakin terpuruk. Ini adalah bentuk pembodohan massal terhadap generasi muda Papua,” tutup Yusuf. ( Redaksi)









