Kasatgas Humas Damai Cartenz Sebut Sebby Sambom Bukan Jubir Resmi KKB, Hanya Influencer

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, realitapapua.com – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memberikan tanggapan tegas terkait pernyataan-pernyataan yang kerap dikeluarkan oleh Sebby Sambom.

Yusuf menyebut bahwa posisi Sebby di dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) perlu dipertanyakan legalitasnya secara organisasi.

“Saya perlu sampaikan di sini, dia [Sebby Sambom] itu hanya seorang influencer dari kelompok tersebut. Kalau influencer itu bisa di mana saja. Sementara kalau juru bicara, posisinya harus jelas ada di mana,” ujar Yusuf kepada awak media.selasa (17/02/2026)

Yusuf menilai, pernyataan-pernyataan yang dirilis oleh pihak Sebby merupakan bagian dari skenario lama untuk menarik simpati luar negeri. Menurutnya, KKB sengaja membangun narasi tertentu demi mendapatkan pengakuan.

Baca Juga :  Keceriaan Anak-Anak Tinggi Nambut Sambut Hangat Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti

“Itu merupakan hal biasa yang dilakukan KKB dalam rangka mempropagandakan aksi mereka, tujuannya agar mendapatkan validasi dari dunia internasional,” tegasnya.

Menanggapi klaim KKB yang sering menyebut korban warga sipil sebagai agen intelijen TNI-Polri, Yusuf menegaskan bahwa hal tersebut adalah kebohongan publik. Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, para korban murni merupakan pekerja sipil yang sedang membangun Papua.

Kasus Pilot: Murni merupakan warga sipil yang menjalankan tugas profesi, bukan agen intelijen.

Kasus Tukang Kayu: Korban di sekolah adalah pekerja yang sedang membuat meja dan kursi agar anak-anak Papua bisa belajar.

Baca Juga :  Polwan Asal Papua, Kompol Dian, Ukir Sejarah di Sesko AD: Raih Penghargaan Taskap Terbaik

Fasilitas Kesehatan: Polisi menemukan bukti upaya pembakaran dua unit ambulans yang berhasil digagalkan oleh warga setempat.
Dampak Terhadap Pendidikan dan Kesehatan

Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi bohong yang disebarkan KKB. Ia menekankan bahwa tindakan KKB justru menghambat kemajuan di tanah Papua.

“Jika fasilitas sekolah dan kesehatan terus dihancurkan, maka daerah tersebut akan semakin terpuruk. Ini adalah bentuk pembodohan massal terhadap generasi muda Papua,” tutup Yusuf. ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru