Jayapura ,realitapapua.com – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang atribut kemerdekaan di Jayapura mengeluhkan penjualan yang sepi. Kondisi ini diduga akibat melemahnya daya beli masyarakat yang lebih memilih untuk menghemat pengeluaran.
Pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sejumlah lokasi di Kota Jayapura mengaku mengalami penurunan omzet yang drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang, Corry, yang berjualan di Jalan PTC Entrop, menyebut penjualannya tahun ini merosot tajam. Biasanya, ia bisa meraup omzet hingga 40 juta selama musim jualan atribut kemerdekaan.
“Biasanya sudah ramai, tapi ini masih sepi sekali,” ujar Corry.
Meskipun demikian, Corry tetap optimis karena bendera yang ia jual adalah hasil produksi sendiri, sehingga ia bisa mengatur biaya produksi. Stok bendera yang ia tawarkan pun beragam, mulai dari ukuran kecil seharga Rp5.000 hingga bendera besar dengan harga Rp150.000. ( Redaksi)









