Jayapura,realitapapua.com – Polda Papua memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan malam pergantian tahun 2025 di seluruh wilayah hukumnya. Sebanyak 2.583 personel gabungan dikerahkan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Cartenz 2025. Dalam pelaksanaannya, Polri bersinergi erat dengan TNI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
“Tentunya dalam rangka pergantian tahun, Polda Papua sudah melaksanakan kegiatan pengamanan yang melibatkan 2.583 personel. Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menjaga kondusifitas yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” ujar Kombes Pol. Cahyo saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (30/12).
Selain kesiapan personel, Polda Papua juga meneruskan instruksi dari Mabes Polri agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap beberapa wilayah di Indonesia yang saat ini sedang tertimpa musibah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian yang berlebihan. Mari kita rayakan dengan sederhana namun tetap bermakna,” tambahnya.
Terkait kondisi keamanan secara umum di tiga provinsi di bawah wilayah hukum Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo melaporkan bahwa situasi hingga saat ini masih aman dan terkendali. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai ancaman bencana alam.
Polda Papua menaruh perhatian serius pada informasi dari BMKG terkait ancaman bencana hidrometeorologi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
“Kami memonitor imbauan BMKG bahwa antara tanggal 28 hingga 31 Desember, tinggi gelombang di wilayah Papua diprediksi bisa mencapai 4 meter. Ini harus diwaspadai, mengingat sebelumnya telah terjadi kecelakaan laut di Kepulauan Yapen,” tegasnya.
Polda Papua berharap masyarakat tetap waspada, baik dalam menjaga keamanan lingkungan maupun dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun ini. ( Redaksi)









