Puncak Jaya, realitapapua.com – Semangat nasionalisme dan persatuan bangsa bergelora di ufuk timur Indonesia. Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti menggelar aksi heroik membentangkan bendera Merah Putih raksasa di puncak Bukit Zaitun, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Aksi ini dikemas dalam kegiatan Kirab Merah Putih sejauh 2 kilometer, yang dimulai dari Mako Kodim 1714/Puncak Jaya hingga garis akhir di Bukit Zaitun. Tidak sendiri, TNI bergerak bersama jajaran Forkopimda Puncak Jaya, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda), serta Organisasi Barisan Merah Putih (BMP).
Pengobatan Gratis dan Sinergi Lintas Sektor
Sebelum bendera raksasa diarak menembus jalur pegunungan Papua, rangkaian acara diawali dengan aksi sosial berupa pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat Puncak Jaya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bertujuan nyata untuk memperkuat nasionalisme Pancasila sebagai dasar negara, menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI, serta mempererat kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Bendera sepanjang 50 meter di medan pegunungan yang menantang bukanlah perkara mudah. Namun, antusiasme ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat membuktikan bahwa sekat-sekat perbedaan lebur oleh semangat gotong royong.
Dansatgas Yonif 136/TS, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa momen Hari Lahir Pancasila harus menjadi pemantik untuk menjaga kebersamaan di tanah Papua.
“Kirab Merah Putih ini menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa kita. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, mari kita terus menjaga kebersamaan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Letkol Inf Yudi Satria Prabowo.
Kini, berkibarnya kain Merah Putih raksasa di atas Bukit Zaitun kota mulia puncak Jaya menjadi simbol kuat: dari kedalaman alam Papua, pesan damai, semangat persatuan, dan cinta Pancasila akan terus menyala untuk Indonesia.
( Redaksi)









