Hanyut 45 Hari di Samudra Pasifik, Nelayan Manado Ditemukan Selamat di Perairan Jayapura

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com – Sebuah kisah dramatis dialami oleh Karles Rompas, seorang nelayan asal Manado, Sulawesi Utara. Ia berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing seorang diri di tengah Samudra Pasifik selama 45 hari. Karles ditemukan oleh nelayan Jayapura di perairan Utara Jayapura pada Senin pagi, (15/12) sekitar pukul 06.00 WIT.

Saat ditemukan, posisi rakit Karles berada di perairan Jayapura, sekitar 114 mil laut dari Kota Jayapura, Papua.

Karles menjelaskan, insiden nahas itu bermula ketika ia bertugas menjaga rumpon (pondok nelayan terapung) di lautan. Tali pengikat rumpon tersebut putus akibat diterjang angin dan ombak kencang.

“Tali putus karena ombak kuat, harus kuat (angin kencang). Kami takut rakitnya terbalik, jadi kami potong tali pengikatnya langsung,” tutur Karles Rompas.Rabu ( 17/12/2025)

Ia melanjutkan, sejak kejadian itu, ia hanya bisa mendayung dan pasrah, berharap ada kapal yang menolong. Karles menyebut ia sudah terapung selama “satu bulan lebih, dua minggu genap,” sebelum akhirnya ditemukan.

“Selama kami mendayung itu, kami tunggu, melihat dunia ini satu bulan. Dua minggu genap itu dia yang dapat kami di tengah laut. Ada mencari ikan, jadi dia yang bawa kami sampai ke daerah sekarang,” jelas Karles.

Baca Juga :  Final Bulutangkis Hari Bhayangkara ke-79 di Jayapura Meriah, Satukan Polri dan Masyarakat

Saat ditanya mengenai konsumsi makanan selama terombang-ambing, Karles mengungkapkan dirinya bertahan hidup hanya dengan mengandalkan ikan dan beras yang ada di rumpon.

“Cuma dua itu (ikan dan beras) yang kami makan yang penting,” ujarnya, menambahkan bahwa perbekalan tersebut berasal dari perusahaan tempat ia bekerja.

Meskipun dalam kondisi yang mengkhawatirkan, Karles mengaku hanya bisa berdoa memohon kekuatan. ” Saya cuma berdoa. dan tidak panik ” tambahnya.

Buhari, nelayan yang menyelamatkan Karles Rompas, menceritakan momen penemuan tersebut.

“Awalnya, rakitnya agak tinggi. Saya kira kapal. Tapi setelah saya dekati, itu rakit. Biasanya, kalau kita di laut, kalau lihat seperti itu, kita kira kayu besar, kita maju, karena biasanya kalau ada yang hanyut seperti itu ada ikan yang masuk ke situ,” kata Buhari.

Baca Juga :  Wakapolda Papua ke Personel di Awal 2026: Jangan Anti Kritik, Tingkatkan Integritas!

Setelah berkeliling dan tidak menemukan ikan, Buhari berencana pindah spot. Namun, ia melihat sesuatu yang janggal.

“Saya lihat-lihat ke belakang, ada orang melambai-lambaikan tangannya. Seperti itu, kami balik perahu, ambil dia,” kenang Buhari.

Karles Rompas ditemukan dalam keadaan sehat, meskipun sempat syok sesaat. Buhari langsung menenangkan korban. “Saya bilang tenang. Kita tenang dulu, kita dulu di dalam rakit, biar saya punya anak buah yang bantu tolong angkat barangnya ke sebelah,” imbuhnya.

Buhari menambahkan bahwa ia menemukan Karles sekitar pukul 06.00 WIT, saat dirinya sedang dalam perjalanan untuk memancing dan hendak pindah spot baru.

Saat ini, Karles Rompas dalam keadaan sehat dan tinggal sementara waktu bersama keluarga Buhari.

Pihak perusahaan tempat Karles bekerja di Manado telah mengetahui kabar ini dan segera membelikan tiket pesawat untuk kepulangannya.

Rencananya, Karles Rompas akan diterbangkan kembali ke Manado pada Kamis, (17/12) besok, menggunakan maskapai penerbangan dari Jayapura.

( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru