Puncak Jaya, realitapapuacom – Di balik hamparan alam yang sunyi dan suhu dingin yang menusuk tulang, sebuah kehangatan kemanusiaan terpancar di Distrik Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah. Satgas Yonif 136/Tuah Sakti membuktikan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar penjaga kedaulatan, melainkan sahabat dan bagian dari keluarga masyarakat setempat.
Pada Minggu (26/04/2026), para prajurit meluncurkan aksi simpatik dengan menyusuri rumah-rumah warga. Tanpa sekat formalitas, personel Satgas menyapa warga dengan senyuman dan membuka ruang dialog santai di teras-teras rumah kayu milik penduduk.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Pembinaan Teritorial (Binter) yang mengedepankan sisi humanis. Para prajurit tidak hanya lewat, tetapi duduk bersama untuk mendengar keluh kesah, memahami kesulitan hidup di pelosok, serta merasakan langsung denyut nadi kehidupan masyarakat pegunungan.
Danpos Puncak Senyum, Kapten Inf Dwi Luhur, menegaskan bahwa membangun kepercayaan (trust building) adalah prioritas utama mereka.
“Kami ingin masyarakat tidak merasa sendiri. Kehadiran kami di sini adalah untuk menjadi saudara, tempat berbagi, dan pemberi rasa aman. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan kami, karena TNI ada untuk rakyat. Kebersamaan inilah kunci kedamaian di Puncak Senyum,” ujar Kapten Dwi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan door-to-door ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan hubungan harmonis antara TNI dan warga tetap terjaga.
Tak hanya sekadar berbincang, Satgas Yonif 136/TS juga membawa buah tangan berupa bantuan kebutuhan pokok. Meski sederhana, bantuan tersebut menjadi oase bagi warga yang hidup dalam keterbatasan akses logistik di wilayah pegunungan.
Suasana haru menyelimuti saat beberapa mama-mama Papua menyambut personel TNI dengan pelukan dan ucapan syukur. Bagi mereka, kehadiran prajurit yang mau mendengar dan peduli adalah bentuk perhatian yang sangat berharga.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan agar kehadiran TNI seperti ini terus berlanjut. Mereka merasa lebih tenang dan terlindungi dengan pola pendekatan yang merangkul, bukan memukul.
Melalui langkah sederhana namun sarat makna ini, Satgas Yonif 136/TS kembali menegaskan jati diri TNI: Mengabdi dengan hati, merawat kemanusiaan, dan menjaga kedaulatan. Di Distrik Puncak Senyum, kehadiran TNI kini tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi benar-benar melekat di hati masyarakat. ( Redaksi)









