Gempa M 6,2 Guncang Sarmi Papua, BMKG: Kedalaman 75 Km dan Tidak Berpotensi Tsunami

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com.– Wilayah Sarmi, Papua, diguncang gempa bumi tektonik cukup kuat pada Jumat pagi, 27 Maret 2026. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 05.51.02 WIB tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M 6,0.

Berdasarkan data teknis, episenter gempa terletak pada koordinat 3,09° LS ; 139,44° BT. Lokasi pusat gempa berada di darat, tepatnya berjarak 76 km arah Timur Laut Yalimo, Papua Pegunungan, dengan kedalaman hiposenter mencapai 75 km.

Petugas Observasi Geofisika BMKG Jayapura, Muhammad Evan Tsauban Nurrakhmat, menjelaskan bahwa ditinjau dari lokasi dan kedalamannya, ini merupakan jenis gempa bumi menengah.

Baca Juga :  Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz-2025 Brigjen Pol Faizal Ramadhani: Pengejaran KKB aske Mabel Diperluas

“Gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng (intraplate). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust),” jelas Evan dalam keterangan tertulisnya.

Dampak dan Wilayah yang Merasakan
Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di beberapa wilayah di Papua dengan rincian sebagai berikut:

Kota & Kabupaten Jayapura: Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu).
Wamena & Kabupaten Sarmi: Skala Intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah hingga getaran ringan).

Baca Juga :  Profil Jemaah Haji 2025: Mayoritas Wanita, Ibu Rumah Tangga Dominasi Profesi

BMKG memastikan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.

Hingga pukul 06.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Meski demikian, masyarakat diminta untuk selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

BMKG mengimbau agar publik hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi:

Instagram/X: @infoBMKG
Website: www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id
Aplikasi Mobile: infobmkg atau wrs-bmkg (iOS/Android) ( (Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru