Jayapura,realitapapua.com – Festival Colo Sagu Tahun 2025 resmi digelar di Kota Jayapura selama tiga hari, mulai dari 26 hingga 28 Juni 2025, bertempat di Pantai Wisata Hmensenauw. Festival ini berfokus pada sagu sebagai produk unggulan pangan lokal Papua, sekaligus menjadi simbol sinergi kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-79.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polresta Jayapura Kota bersama Yayasan Colo Sagu ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk melestarikan warisan budaya Papua, khususnya tradisi makan sagu bersama atau “Colo Sagu”.
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin menyampaikan apresiasinya terhadap Festival Colo Sagu. “Festival ini bagus untuk membangun kembali kehidupan dalam kebudayaan dan melibatkan pelaku UMKM. Ini menjadi perhatian serius Polda Papua dan jajaran,” ujarnya.
Kapolda menegaskan dukungan Polda Papua terhadap segala program pemerintah untuk pembangunan dan kesejahteraan di Papua. Ia juga berharap festival ini akan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi hingga jajaran kabupaten untuk mewujudkan harapan para pelaku usaha.
Selain itu, Kapolda Patrige mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan sagu dan dusun-dusun sagu agar tidak rusak.
“Kita harus mampu menyentuh para investor atau perusahaan-perusahaan yang mencintai Papua untuk membantu Pemerintah atau membantu masyarakat membangun Papua,” tambahnya.
Sementara itu, P.j. Gubernur Papua Mayjend TNI (Purn) Ramses Limbong memberikan apresiasi tinggi kepada kegiatan budidaya sagu yang dikemas dalam Festival Colo Sagu dan kolaborasi dengan Polresta Jayapura Kota dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-79 Tahun 2025.
“Empat sampai lima tahun mendatang, sagu harus bisa menjadi panganan nasional, bukan hanya lokal. Saya juga mengimbau kepada PHRI agar setiap sarapan pagi harus ada sagu,” ungkap Ramses Limbong.
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Fredickus W.A. Maclarimboen menjelaskan bahwa Festival Colo Sagu merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara Ke-79 dan Hari Sagu. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menggerakkan dan menghidupkan kembali potensi lokal untuk masyarakat, sesuai dengan tema Hari Bhayangkara Ke-79: “Polri untuk Masyarakat”.
Festival ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti demo kuliner sagu, pameran produk UMKM, lomba memasak, hingga talkshow edukatif tentang manfaat gizi dan pelestarian lingkungan sagu. ( Redaksi)









