Jayapura, realitapapua.com – Eskalasi kekerasan di Kabupaten Yahukimo dalam dua bulan terakhir telah menyebabkan sedikitnya sepuluh warga sipil meninggal dunia. Merespons situasi ini, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polda Papua akan mengambil langkah mitigasi dan penegakan hukum secara terpadu.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadani, mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Kelompok Bersenjata di Yahukimo yang belakangan ini menyasar warga sipil.
“Kami menyadari adanya peningkatan eskalasi di Yahukimo, termasuk korban jiwa. Dalam minggu ini kami akan melaksanakan rapat koordinasi bersama Polda, Polres, dan Ops Damai Cartenz untuk melakukan mitigasi dan langkah penegakan hukum,” ujar Brigjen Pol Faizal Ramadani.
Faizal menjelaskan bahwa saat ini Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Satgas Ops Damai Cartenz sedang menyusun strategi pengamanan yang lebih terpadu, termasuk peningkatan kegiatan rutin seperti patroli dan penjagaan di titik-titik rawan.
Menurutnya, aksi kekerasan sering terjadi di daerah yang relatif sepi seperti wilayah Sosial dan Paradiso. Meskipun telah meningkatkan patroli, kelompok tersebut juga melakukan pemantauan balik.
“Kita sudah meningkatkan patroli dan penjagaan, namun mereka juga melakukan pemantauan balik. Jadi ini seperti aksi saling kontra. Tapi perlu dipahami, setiap satu kejadian yang muncul ke publik, sesungguhnya ada tujuh hingga delapan kejadian lain yang berhasil kita cegah,” tegas Faizal.
Faizal Ramadani menekankan agar masyarakat tidak perlu panik namun diharapkan tetap waspada. Pihaknya terus berupaya menurunkan “fear of crime” atau rasa takut masyarakat terhadap aksi kekerasan.
“Kami paham betul harapan masyarakat agar kejadian seperti ini bisa diminimalisir. Kami akui belum maksimal, namun kami terus berupaya lebih kuat dan lebih koordinatif untuk memitigasi kejadian-kejadian tersebut,” tutupnya.
Ops Damai Cartenz berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memulihkan keamanan di Yahukimo dan menjamin perlindungan terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut.( Redaksi)









