Jayapura, realitapapuacom — Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pengadaan hunian layak sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat Papua mulai direalisasikan secara konkret.
Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta tokoh muda Papua, Billy Mambrasar, lebih dari 100 pemuda asli Papua mengikuti pelatihan kewirausahaan properti yang digelar di Universitas Nani Bili Nusantara (UNAMIN), Sorong, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, serta menghadirkan dua narasumber kunci: Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kepala BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti.
Melibatkan Anak Muda dalam Pembangunan 21 Ribu Rumah
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari janji Presiden Prabowo untuk membangun dan memperbaiki sedikitnya 21.000 rumah di seluruh Tanah Papua.
Sesuai arahan Presiden, pembangunan ini tidak boleh hanya sekadar fisik, tetapi harus melibatkan pelaku usaha lokal agar perputaran ekonomi terjadi di daerah.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pengusaha properti muda Papua terlibat aktif dalam program nasional ini. Kita ingin pemuda Papua menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Maruarar dalam rangkaian kunjungan kerjanya.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni pelatihan. Billy Mambrasar, selaku anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan mentoring intensif pasca-pelatihan.
“Kami berupaya menciptakan ekosistem pengusaha properti yang kreatif dan mandiri. Terima kasih Presiden Prabowo atas kesempatan ini. Kami berkomitmen mewujudkan visi Bapak untuk kesejahteraan Papua,” ungkap Billy.
Semangat ini tercermin dari sosok Karim Aronggear, salah satu pengusaha muda asli Papua yang telah sukses membangun rumah subsidi.
“Saya bangga bisa membangun usaha di atas kaki sendiri. Melalui dukungan ini, saya yakin akan lebih banyak anak muda Papua yang berani terjun ke bisnis properti dan menciptakan lapangan kerja,” kata Karim.
Selain membuka pelatihan, rombongan Menteri PKP dan Kepala BPS juga melakukan peninjauan langsung ke kawasan pemukiman masyarakat, termasuk di wilayah Rumah Suku Kokoda. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan rumah layak huni benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pembiayaan (Tapera), dan tokoh lokal ini menjadi simbol baru pembangunan inklusif di wilayah paling timur Indonesia.
Masyarakat Papua pun menyambut antusias komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam menghadirkan hunian yang layak sekaligus peluang karir bagi generasi muda. ( Redaksi)









