Jayapura, realitapapua.com – Sepanjang tahun 2024, tiga kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, dan Madura, menjadi pemasok utama narkotika jenis sabu di provinsi Papua . Hal ini diungkapkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Alfian ( Kamis (30/1)
Ia menyebut bahwa modus jaringan pelaku dari ketiga kota ini adalah melalui jasa pengiriman barang dengan memalsukan alamat pengirim dan menyamarkan barang ke dalam paket.
” Jadi para pengirim paket ini menggunakan alamat palsu dan pengirimnya juga disamarkan melalui paket,” ungkapnya
Selama tahun 2024, Polda Papua menangani 57 kasus sabu dengan 94 tersangka, dan menyita barang bukti seberat 1.451,91 gram. Sementara itu, kasus ganja mencapai 156 kasus dengan 197 tersangka, dan barang bukti yang disita mencapai berat 85.583,75 gram.
Kombes Alfian menjelaskan bahwa ganja yang masuk ke Papua rata-rata berasal dari PNG melalui jalur tikus, pelabuhan, dan darat. ” Memang ada juga ladang ganja seperti di daerah Senggi yang kami temukan akhir kemarin sudah panen. Kami hanya menemukan 4 batang yang masih tersisa dengan tinggi 3 meter, tapi sebelumnya mereka pernah panen,” tambahnya.
Selain itu, beberapa ladang ganja juga ditemukan di Sentani dan daerah lainnya. “Kami terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap ladang-ladang ganja yang ditemukan,” jelas Kombes Alfian.
Dengan upaya yang terus dilakukan oleh Polda Papua, diharapkan peredaran narkotika di wilayah ini dapat ditekan dan generasi muda Papua dapat terhindar dari bahaya narkoba. “Peran aktif masyarakat sangat membantu kami dalam memerangi narkotika. Kami akan terus berupaya menjaga wilayah ini dari ancaman narkoba demi masa depan generasi muda,”egas Kombes Alfian. (Redaksi)









