Puncak Jaya, realitapapua.com – Komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat terus dibuktikan oleh personel TNI di garis depan. Kali ini, Personel Pos Ilu Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti menggelar aksi anjangsana ke Kampung Dolinggame, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian sekaligus upaya mempererat ikatan kekeluargaan antara prajurit dan warga setempat.
Sentuhan Layanan Kesehatan Gratis ini
Dipimpin oleh Wadantim 1 Sertu Ramli bersama tim pengamanan di bawah arahan Serda A. Panjaitan, para prajurit menyusuri perkampungan untuk menyapa warga secara langsung.
Tidak sekadar berkunjung, kehadiran mereka juga membawa angin segar lewat layanan kesehatan gratis.
Dalam anjangsana tersebut, personel Satgas melakukan: Pemeriksaan kesehatan mendasar bagi warga yang mengeluh sakit.
Pengobatan dan pemberian obat-obatan secara gratis. Edukasi singkat namun interaktif mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga sarana kami untuk menghadirkan rasa aman, menjaga komunikasi, dan mempererat kebersamaan yang sudah terjalin baik antara prajurit dan masyarakat selama ini,” ujar Sertu Ramli di sela-sela kegiatan.
Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Secara terpisah, Wadansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P., menegaskan bahwa aksi humanis seperti ini akan terus menjadi agenda prioritas Satgas selama bertugas di tanah Papua.
“Satgas akan terus hadir mengulurkan tangan membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Ini adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegas Kapten Inf Erwin.
Kehadiran para prajurit berpakaian loreng ini disambut hangat oleh masyarakat Kampung Dolinggame. Salah seorang warga, Mama Weda (31), tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya atas perhatian yang diberikan oleh para personel Satgas.
“Bapak-bapak TNI bukan hanya memeriksa kesehatan dan membawa obat, tetapi juga membawa kepedulian dan kehangatan bagi kami. Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak merasa sendiri di sini,” ungkap Mama Weda dengan senyum tulus.
Di bawah bayang-bayang kaki pegunungan Papua yang dingin dan berkabut, kehadiran Prajurit Tuah Sakti membuktikan bahwa batas geografis bukan penghalang untuk berbagi kebaikan.
Mereka tidak hanya bertugas menjaga tegaknya kedaulatan wilayah, tetapi juga menanam benih-benih harapan dan kedamaian di hati warga Dolinggame.
( Redaksi)









