Merauke,realitapapua.com – Ratusan warga dan mahasiswa di Kabupaten Merauke melancarkan aksi unjuk rasa di Kantor Telkom Merauke, Kamis (21/8/2025). Aksi yang semula damai berubah ricuh, hingga nyaris membakar kantor tersebut, sebagai bentuk protes atas penurunan kualitas jaringan internet.
Aksi massa yang diprakarsai oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat ini memadati Jalan Postel Merauke sejak pagi. Mereka menuntut pihak Telkom bertanggung jawab atas terganggunya jaringan internet yang telah merugikan banyak pihak.
Ketegangan memuncak ketika sekelompok massa melempari kantor dengan batu dan bom molotov, memecahkan kaca jendela dan sempat memicu api di atap gedung sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh aparat.
Situasi semakin tak terkendali sekitar pukul 14.00 WIT, saat bentrokan terjadi antara massa dan aparat kepolisian. Untuk membubarkan massa, Polres Merauke akhirnya menembakkan gas air mata. Bentrokan berlangsung hingga sore, sekitar pukul 16.00 WIT.
Akibat insiden ini, sejumlah aparat dan warga dilaporkan mengalami luka ringan. Tiga personel kepolisian, yaitu IPTU Abdul Majid, Aipda Jufri, dan Aiptu Jumali, termasuk di antara yang terluka.
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, didampingi GM PT Telkom Papua, Anthonius Joko Sritomo, turun langsung menemui perwakilan massa untuk berdialog. Perwakilan massa, yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan komunitas ojek online, menyampaikan enam tuntutan utama mereka, yaitu:
Pemulihan jaringan internet maksimal tiga hari. Pertanggungjawaban PT Telkom terkait kabel optik. Transparansi penggunaan APBN untuk Telkom. Pengembalian kompensasi kuota internet dan IndiHome. Audit forensik PT Telkom yang difasilitasi Polres Merauke.
Pemecatan Kepala PT Telkom wilayah Papua.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Telkom menyatakan tidak mungkin memulihkan jaringan dalam tiga hari. Namun, sebagai komitmen, mereka akan melakukan backup jaringan di empat titik strategis, yaitu di Kantor Kominfo Kabupaten Merauke, area Kantor Bupati, pangkalan ojek depan Kodim, dan kawasan Libra.
Meskipun situasi kembali kondusif, Kapolres Merauke tetap mengantisipasi potensi lanjutan aksi massa, termasuk ancaman terhadap Kantor Telkom, guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.( Redaksi)









