Puncak Mulia, realitapapuacom – Kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar tentang penjagaan perbatasan dan keamanan wilayah. Di balik seragam loreng, tersimpan misi kemanusiaan yang terus dipupuk untuk meringankan beban masyarakat di pelosok negeri.
Hal ini dibuktikan oleh personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS) Pos Tinggi Nambut yang melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah warga di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Mulia, Provinsi Papua Tengah, Kamis (30 /04/2026).
Dipimpin oleh Sertu Mandongan Simangunsong (Dantim 3), para prajurit menyusuri jalanan distrik untuk mengunjungi kediaman Bapak Surya Kogoya (47). Dalam kunjungan tersebut, personel Satgas membawa bantuan berupa pakaian layak pakai untuk membantu kebutuhan sandang keluarga Surya yang hidup dalam kesederhanaan.
Danpos Tinggi Nambut, Kapten Inf Firsan Hadly, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen TNI untuk selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat meringankan beban warga serta mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan rakyat,” ujar Kapten Firsan.
Kunjungan mendadak ini disambut dengan suasana penuh kekeluargaan. Surya Kogoya tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan langsung dari tangan para prajurit. Menurutnya, perhatian sekecil apa pun sangat berarti bagi warga yang tinggal jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak-bapak TNI. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak semua dan selalu diberi keselamatan dalam bertugas,” ungkap Surya dengan suara bergetar.
Kapten Inf Firsan Hadly menambahkan bahwa kepedulian adalah instrumen utama dalam membangun kepercayaan (trust) antara masyarakat Papua dan TNI.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran kami di sini adalah untuk melindungi, mengayomi, dan membantu, sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Kegiatan anjangsana ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tanpa batas tidak selalu diukur dari tugas-tugas besar, melainkan dari langkah-langkah kecil yang mampu menghidupkan harapan dan menghangatkan hati warga di ufuk timur Indonesia. ( Redaksi)









