Bentrokan Pilkada di Puncak Jaya : 12 Tewas, Ratusan Luka, KKB Diduga Terlibat

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Jaya, realitapapua.com – Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya Sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, bentrokan antarpendukung pasangan calon kepala daerah (Paslon) telah menyebabkan 12 orang meninggal dunia, 658 lainnya luka-luka, dan ratusan bangunan hangus terbakar. Situasi ini diperparah dengan dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang memanfaatkan konflik untuk melancarkan aksinya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa dari 12 korban tewas, delapan di antaranya berasal dari kubu Paslon 01. Selain itu, 658 orang mengalami luka akibat panah, dengan rincian 423 dari kubu Paslon 01 dan 230 dari kubu Paslon 02. “Kerugian material juga sangat besar, dengan 201 bangunan terbakar, termasuk rumah warga, sekolah, kantor distrik, dan fasilitas umum lainnya,”jelas Brigjen Faizal.

Baca Juga :  Doa Bersama dan Syukuran di HUT ke-77 Polwan di Polresta Jayapura Kota

Brigjen Faizal menegaskan bahwa sejumlah korban meninggal dunia terkena tembakan senjata api yang diduga dilakukan oleh KKB. “Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik politik untuk melancarkan aksinya,” tambahnya.

Semnatara itu ,Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi politik yang memanas. “Kami mengimbau seluruh warga Puncak Jaya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 301/Pks Gelar 'Christmas Operation' di Jila, Bagikan Sembako dan Kado Natal, Jalin Keakraban dengan Warga

Imbauan ini menjadi langkah preventif untuk mencegah kekerasan lebih lanjut yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan pembangunan di wilayah Puncak Jaya. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan konflik dapat diredam dan perdamaian kembali terwujud.
(Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru