Atasi Lonjakan Harga Beras di Papua, Satgas Pangan Gelar Rakor Strategis

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Papua, Menggelar rapat kordinasi satuan tugas pengendalian harga beras tahun 2025 di wilayah provinsi Papua , Papua pegunungan dan provinsi Papua Selatan di salah satu hotel di Jayapura.pada kamis ( 23/10/2025)

Dirkrimsus Polda Papua Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait upaya pengendalian harga beras di seluruh wilayah Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

” Rakor ini merupakan tindak lanjut dari atensi langsung Presiden yang mengharapkan stabilisasi harga beras di seluruh Indonesia” ungkapnya

Rakor sebelumnya dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sebagai Kasatgas Pangan dan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Kapolri, serta Menko. Mengingat waktu yang mendesak,

” Polda Papua memutuskan untuk mengumpulkan seluruh tim dari berbagai wilayah di Jayapura agar satu suara dalam memahami dan melaksanakan kebijakan dari pusat.” Katanya

Kombes Pol. Era Adhinata memaparkan sejumlah kendala utama yang menyebabkan harga beras melambung tinggi di Papua, di antaranya

‘ Ketergantungan Pasokan Luar: Sebagian besar distributor di Papua, termasuk Jayapura, mengambil pasokan beras dari luar, seperti Jawa Timur dan Makassar. Harga beras dari luar ini” tambahnya

meskipun sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di sana, menjadi tidak sesuai HET di Papua karena tambahan biaya angkut rata-rata di atas Rp 1.000 per kilogram.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Tidak 'Panic Buying'

” Kondisi Geografis dan Biaya Logistik Tinggi: Distribusi ke daerah pedalaman seperti Wamena (Papua Pegunungan) hanya bisa melalui jalur udara dengan ongkos kirim mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.” Tuturnya.

Untuk daerah terpencil seperti Pegunungan Bintang, biaya angkut bahkan mencapai Rp 18.000 per kilogram. Kondisi ini diperparah dengan jalur darat yang rawan KKB

” Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi utama yang akan dijalankan adalah intervensi beras Bulog secara masif. Polda Papua akan memastikan seluruh Polres jajaran berkoordinasi dengan Pemda setempat” Ungkapannya

untuk menyiapkan gudang penyimpanan beras Bulog, baik medium maupun premium, agar dapat tersalurkan langsung ke masyarakat.

“Kita harapkan ada intervensi beras dari Bulog, baik medium maupun premium, sampai ke masyarakat,” tegas Kombes Pol. Era Adhinata.

Langkah ini juga sebagai antisipasi lonjakan harga dan kebutuhan di bulan November dan Desember jelang Natal, terutama karena sudah ada informasi bahwa minggu depan akan terjadi kenaikan ongkos angkut sebesar Rp 2,5 juta per kontainer.

Polda Papua optimistis, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan koordinasi yang kuat, distribusi beras bisa terselenggara sesuai HET dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan, menjangkau daerah pegunungan, kota, maupun pesisir.

Baca Juga :  Hangatnya Pengabdian di Puncak Senyum, Satgas Pamtas Yonif 136 Dekap Hati Warga Puncak Jaya

Semantara itu Kepala Bulog Provinsi Papua, Bapak Ahmad Mustari, menjelaskan cakupan wilayah kerjanya. Gudang Bulog di wilayah ini berada di Kabupaten Kepulauan Yapen (tepatnya di Serui) dan Kabupaten Biak (di Kota Biak).

Untuk wilayah pegunungan, gudang utama berada di Wamena. Pendistribusian beras dari Wamena ke beberapa kabupaten sekitar, seperti Yalimo, Memberamo Tengah (Mamberamo Tengah), Puncak Jaya, dan Puncak, menjadi tantangan tersendiri karena medan yang berat Oleh karena itu, Ahmad Mustari,mengajak untuk bersama-sama mendiskusikan strategi pendistribusian beras agar dapat menjangkau

“.Terkait laporan yang menunjukkan stok beras medium berada di zona merah, khususnya di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Waropen , Ahmad Mustari, menekankan perlunya tindakan cepat. Situasi di Keerom yang relatif dekat harus segera diatasi.” Ungkapnya

“.Ia menginstruksikan staf Bulog di Jayapura untuk segera mencari tahu penyebab stok di Waropen bisa sampai merah.”tambahnya

pendistribusian ke Waropen memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Beliau akan menghitung bersama biaya yang dibutuhkan agar penyebaran beras dapat menjangkau Waropen.

“.untuk wilayah selatan, khususnya Merauke, stok beras medium masih relatif aman. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana menyikapi stok beras premium”. Tutupnya ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru