Puncak Jaya , realitapapuacom – Di balik rimbunnya hutan dan dinginnya udara pegunungan di Kampung Wandeng Gobak, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, sebuah momen hangat tercipta. Bukan soal senjata atau penjagaan ketat, melainkan tentang tawa dan pengabdian tulus yang ditunjukkan oleh prajurit Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS).
Melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan (Yankes), Satgas Yonif 136/TS membuktikan bahwa kehadiran mereka di tanah Papua membawa misi kemanusiaan yang mendalam: menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.
Suasana di Kampung Wandeng Gobak hari itu tampak berbeda. Personel Satgas duduk melingkar bersama warga, membaur tanpa ada sekat pembatas. Tawa pecah di tengah obrolan santai, menciptakan kedekatan emosional yang melampaui tugas kedinasan.
Selain memberikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, para prajurit juga aktif memberikan edukasi mengenai:
Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Pola hidup sehat di tengah cuaca ekstrem.
Pencegahan penyakit menular di desa terpencil.
Kesabaran menjadi kunci dalam Yankes kali ini. Para prajurit tidak hanya memberikan resep medis, tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi keluhan warga. Dengan penuh empati, mereka mendengarkan setiap cerita masyarakat yang merasa nyaman mencurahkan kondisi kesehatan maupun keseharian mereka.
Dansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TNI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai solusi bagi kesulitan rakyat.
“Satgas Yonif 136/TS hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk membantu dan menjadi bagian dari masyarakat. Kehadiran kami diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, semangat, dan rasa kekeluargaan bagi saudara-saudara kita di Papua,” tegas Letkol Yudi.
Respons positif mengalir dari warga setempat. Simina Tambuni, salah satu warga Kampung Wandeng Gobak, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran bapak-bapak TNI adalah oase di tengah sunyinya pegunungan.
“Kami sangat senang karena bapak-bapak TNI datang membantu kami. Mereka bukan hanya kasih obat, tapi juga duduk bersama kami, dengar cerita dan keluhan kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ungkap Simina dengan mata berkaca-kaca.
Aksi nyata Satgas Yonif 136/Tuah Sakti ini menjadi bukti kuat bahwa di tengah tantangan geografis dan keamanan, ketulusan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati dan menghadirkan kehangatan bagi masyarakat di ujung timur Indonesia.
( Redaksi)









