Jayapura ,realitapapua.com – PT PELNI (Persero) mengambil langkah cepat untuk mendukung percepatan penanganan bencana di Sumatera Utara (Sumut) dengan menggratiskan layanan pengiriman barang bantuan kemanusiaan dari seluruh wilayah Indonesia. Program ini merupakan bagian dari komitmen BUMN pelayaran tersebut dalam gerakan kemanusiaan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang PELNI Jayapura, Faizal Damrin, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah wujud kepedulian perusahaan. Ia secara khusus memastikan bahwa bantuan dari masyarakat di Papua dapat segera terdistribusi.
“PELNI berkomitmen untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan nasional dengan membuka layanan pengiriman bantuan secara gratis. Kami ingin memastikan bantuan dari masyarakat Papua dapat segera sampai ke saudara-saudara kita di Sumatera Utara yang saat ini sangat membutuhkan,” ujar Faizal di Jayapura.
Faizal juga menyampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas, dan lembaga sosial, untuk memanfaatkan fasilitas ini guna meringankan beban korban bencana di Sumut.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan fasilitas ini sehingga semakin banyak bantuan yang terkirim. PELNI siap menjadi jembatan kemanusiaan dari ujung timur Indonesia untuk Sumatera Utara,” tegasnya.
Konsolidasi di Jakarta Menuju Belawan
Sesuai mekanisme pengiriman, seluruh bantuan yang dikumpulkan dari berbagai daerah, termasuk dari Papua, akan dikonsolidasikan terlebih dahulu di Jakarta. Setelah itu, bantuan akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Belawan, Medan, menggunakan armada KM Kelud.
Untuk memastikan layanan berjalan lancar dan tepat sasaran, PELNI menetapkan beberapa syarat dan ketentuan bagi calon pengirim bantuan:
Administrasi: Wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, instansi, atau pernyataan bantuan kemanusiaan (untuk perorangan), serta daftar barang rinci.
Jenis Barang: Barang harus berupa bantuan kemanusiaan seperti sembako, pakaian, dan logistik, bukan barang komersial.
Keamanan: Jenis barang harus aman, tidak mudah terbakar, beracun, atau terlarang.
Pengemasan: Barang harus dikemas kuat dan diberi tanda “Fragile” untuk barang pecah belah.
Seluruh pengiriman akan menggunakan Kapal PELNI dengan tujuan akhir di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Catatan Penting: Untuk sementara, PELNI hanya dapat mengantarkan barang bantuan bencana hanya sampai Pelabuhan Belawan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan ini dapat menghubungi Call Center PELNI (021) 162 atau langsung mendatangi kantor cabang PELNI terdekat di kota Anda. ( Redaksi)









