Fenomena Batu Apung di Perairan Sarmi dan Biak, BMKG: Diduga Akibat Aktivitas Gunung Merapi di PNG

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura ,realitapapua.com – Masyarakat di kawasan pesisir Sarmi dan Biak baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena munculnya material bebatuan dan kerikil batu apung di sepanjang perairan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Jayapura memberikan penjelasan terkait asal-usul fenomena langka ini.

Prakirawan BMKG Maritim Jayapura, Hanif, menjelaskan bahwa kemunculan batu-batu apung tersebut diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas vulkanik atau gunung berapi yang terjadi di wilayah tetangga, Papua Nugini (PNG).

Baca Juga :  Penzoliman Paulus Waterpauw Oleh DPP Golkar Dikecam Keras Tokoh Adat Jayapura

Menurut Hanif, dugaan tersebut diperkuat oleh analisis data pergerakan arus laut yang dicatat oleh BMKG pada periode waktu yang sama.

“Kondisi tersebut didukung oleh data kami, di mana arus laut bergerak dari arah timur menuju ke barat. Arus ini melewati daerah sekitar perairan Jayapura, perairan Sarmi, hingga ke perairan Biak,” ujar Hanif.

Pergerakan arus laut yang cukup kuat dari arah timur inilah yang menjadi “kendaraan” alami bagi material vulkanik tersebut, hingga akhirnya hanyut dan terdampar di pesisir pantai Sarmi dan Biak.

Baca Juga :  Antisipasi Putusan MK, Aparat Gabungan TNI-Polri Intensifkan Patroli Dialogis di Puncak Jaya

Menyikapi fenomena ini, BMKG mengimbau warga setempat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan hingga menimbulkan kepanikan.

Masyarakat juga diminta untuk selalu menyaring informasi dan memastikan kebenaran berita dari sumber yang valid.

Fenomena ini merupakan gejala alam biasa akibat dinamika laut dan aktivitas vulkanik. ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru