Jayapura ,realitapapua.com – Masyarakat di kawasan pesisir Sarmi dan Biak baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena munculnya material bebatuan dan kerikil batu apung di sepanjang perairan mereka.
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Jayapura memberikan penjelasan terkait asal-usul fenomena langka ini.
Prakirawan BMKG Maritim Jayapura, Hanif, menjelaskan bahwa kemunculan batu-batu apung tersebut diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas vulkanik atau gunung berapi yang terjadi di wilayah tetangga, Papua Nugini (PNG).
Menurut Hanif, dugaan tersebut diperkuat oleh analisis data pergerakan arus laut yang dicatat oleh BMKG pada periode waktu yang sama.
“Kondisi tersebut didukung oleh data kami, di mana arus laut bergerak dari arah timur menuju ke barat. Arus ini melewati daerah sekitar perairan Jayapura, perairan Sarmi, hingga ke perairan Biak,” ujar Hanif.
Pergerakan arus laut yang cukup kuat dari arah timur inilah yang menjadi “kendaraan” alami bagi material vulkanik tersebut, hingga akhirnya hanyut dan terdampar di pesisir pantai Sarmi dan Biak.
Menyikapi fenomena ini, BMKG mengimbau warga setempat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan hingga menimbulkan kepanikan.
Masyarakat juga diminta untuk selalu menyaring informasi dan memastikan kebenaran berita dari sumber yang valid.
Fenomena ini merupakan gejala alam biasa akibat dinamika laut dan aktivitas vulkanik. ( Redaksi)









