Puncak Jaya ,realitapapua.com – Langkah nyata menuju perdamaian berkelanjutan kembali tercipta di tanah Papua. Sebanyak lima mantan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk secara resmi menyatakan sikap meninggalkan jalan konflik dan berikrar setia mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi ikrar sakral tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Alun-Alun Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026) pukul 10.30 WIT. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat runtuhnya ego konflik demi merajut masa depan yang damai bersama masyarakat.
Adapun kelima mantan anggota OPM yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi tersebut adalah Bongkar Tabuni Gonis Waliya Bebison Waliya Teku Kagoya Yulison Waliya
Sebelum prosesi utama dimulai, kelima warga tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis untuk memastikan kondisi mereka prima. Setelah persiapan akhir dan gladi bersih dinyatakan aman, rangkaian acara inti pun dimulai.
Suasana haru dan nasionalisme memuncak saat kelima eks anggota OPM ini membacakan naskah ikrar secara serempak di hadapan publik. Usai pembacaan, mereka menandatangani naskah ikrar dan melakukan prosesi penciuman Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen total dan kecintaan mereka kepada NKRI.
Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan. Hadir di lokasi di antaranya Dandim 1714/Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, unsur Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, kepala kampung, hingga para pendeta setempat.
Selain itu, pengamanan dan saksi dari unsur TNI-Polri juga diperkuat oleh kehadiran Dansatgas Yonif 613/RJA, Yonif 743/PSY, Yonif 136/TS, Sattis Maleo, Danpos Pasgat, Danpos BAIS Puncak Jaya, serta Dantim ODC.
Rangkaian kegiatan yang berjalan aman dan tertib ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta makan bersama sebagai wujud syukur dan persaudaraan yang baru. Kesadaran untuk kembali ke pangkuan NKRI ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Papua yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
( Redaksi)









