Polisi Periksa 28 Saksi Terkait Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com — Polda Papua bersama Polres Biak terus mendalami kasus ledakan bom yang diduga kuat berasal dari sisa peninggalan Perang Dunia II. Hingga saat ini, aparat kepolisian telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap kronologi pasti insiden maut tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua, Kombes Pol. Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa total saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Biak kini telah mencapai 28 orang.

“Untuk saksi yang sudah diperiksa oleh Polres Biak, saat ini sudah ada 28 orang. Saksi-saksi ini termasuk pihak keluarga korban yang meninggal dunia akibat ledakan tersebut,” ujar Kombes Pol. Parasian H. Gultom.

Baca Juga :  218 Ribu Peserta PBI-JK di Jayapura Dinonaktifkan, Ini Syarat dan Cara Mengaktifkannya Kembali

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kombes Parasian menjelaskan bahwa ada dua orang saksi mata yang melihat langsung aktivitas para korban sebelum ledakan terjadi.

Para korban diketahui sempat berkumpul dan melakukan aktivitas berbahaya, yakni berusaha membongkar dan mengambil isi dari bahan peledak tersebut.

15 Menit Sebelum Kejadian Saksi sempat melihat para korban sedang berkumpul dan bekerja membongkar bom Sempat Bertegur Sapa: Saksi bahkan sempat menyapa para korban di lokasi kejadian.

Setelah menyapa, saksi langsung meninggalkan lokasi. Sekitar 15 menit kemudian, bom tersebut meledak. Karena posisi saksi sudah berada di jarak yang cukup aman, mereka berhasil selamat tanpa mengalami cedera.

Baca Juga :  Sentuhan Humanis TNI di Puncak Jaya: Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Anjangsana di Kampung Onendu

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti ilmiah untuk memperkuat hasil penyelidikan di lapangan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah diterjunkan ke lokasi.

“Untuk hasil dari DVI saat ini kami masih menunggu. Begitu pula dengan hasil dari Labfor, kami masih menunggu prosesnya yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu ke depan,” pungkas Dirreskrimum Polda Papua.

( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru