Jayapura,realitapapua.com – Puluhan massa dari yang mengatasnamakan Komunitas Pemuda Pembawa Perubahan mendatangi Polda Papua, pada Selasa (26/7/2034)
Kedatangan mereka buntut kasus asusila yang dilakukan oleh AHN di Kabupaten Biak Numfor pada, 9 November 2024 lalu.
masa menyampaikan aspirasinya dengan membentang sepanduk yang bertulis berbagai tuntutan.mereka meminta kasus kekerasan seksual dilakukan terduga HAN segera diusut tuntas.
Kordinator aksi demo Jack Pangkali meminta Kepala kepolisian republik Indonesia (Kapolri) dan Polda Papua untuk mengusut tuntas kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh eks Bupati Biak Numfor itu. Ia juga turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polda Papua yang telah menahan HAN untuk dilakukan proses hukum.
” Kami mengapresiasi Polda Papua yang telah melakukan penangkapan terhadap tersangka HAN atas kasus dugaan kekerasan seksual terhadap berinisial RR (18),” ucap Jack kepada Wartawan, Selasa (26/11/2024).
Jack menjelaskan kekerasan seksual yang dilakukan HAN dapat berakibat pada penderitaan ‘psikis atau fisik. Termasuk menghancurkan masa depan korban.
“Pelecehan seksual memiliki dampak yang sangat merusak, tidak hanya pada kesehatan fisik dan mental korban, tetapi juga pada kehidupan sosial, karier dan pendidikan mereka,” ungkapnya
Diketahui, HAN eks Bupati Biak dan saat ini berstatus sebagai salah satu calon Bupati Biak Numfor. Ia ditangkap Brimob Polda Papua di kediamannya pada Jumat (22/11/2024).
HAN dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap RR, pada 9 November 2024 lalu.
Korban diketahui kenal dekat dengan HAN sejak kelas 1 SMA. HAN sering membantu korban dalam kegiatan Osis.
Kasus ini kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua.( Redaksi)









