Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon, Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Pengejaran Pelaku

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegunungan Bintang, realitapapua.com — Petugas gabungan terus melakukan penanganan intensif terkait aksi pembunuhan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Hingga saat ini, aparat masih memprioritaskan proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku.

Berdasarkan data sementara yang diterima petugas, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang. Namun jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil investigasi awal dan analisis terhadap video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus melakukan koordinasi untuk mendukung proses penyelidikan, pengamanan wilayah, serta percepatan evakuasi korban. Petugas juga melakukan pendalaman terhadap jaringan kelompok pelaku dan mengumpulkan berbagai petunjuk lapangan guna kepentingan penegakan hukum.

Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju lokasi diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Karena kondisi geografis yang berat dan berada di kawasan hutan lebat, proses evakuasi mengunakan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik lokasi.

Baca Juga :  Pangdam Cenderawasih Pimpin Sertijab Aslog Kasdam dan Kapendam

Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.

Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, petugas juga melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap korban selamat yang hingga kini masih dilaporkan bersembunyi di kawasan hutan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi serta penyelidikan guna memastikan situasi tetap terkendali dan korban dapat segera ditemukan.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan, sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Baca Juga :  PERADI SAI Jayapura Usulkan Patra M. Zen, dan Harry Ponto, Calon Ketua Umum DPN

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi aksi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat dijumpai media (22/5/2026), mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari aparat.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Ia menegaskan bahwa aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses evakuasi dan penyelamatan berjalan maksimal.

Menurut petugas, kejadian serupa telah berulang kali terjadi dan memiliki risiko ancaman keselamatan yang sangat tinggi. Selain berada di kawasan hutan lindung dan tidak terdapat aktivitas resmi, wilayah tersebut juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata sebagai upaya menunjukkan eksistensi keberadaan mereka di tingkat nasional maupun internasional.

( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru