Puncak Jaya , realitapapuacom – Di sudut sunyi Kampung Baktis, suasana mendadak hangat. Hari itu bukan tentang perayaan besar atau seremoni formal, melainkan tentang kehadiran sederhana yang membawa arti mendalam bagi warga setempat. Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS) Pos Kotis hadir di tengah masyarakat, membawa misi yang lebih dari sekadar tugas pengamanan: misi kemanusiaan.
Dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Kotis, Letda Inf Abdul Heru, para prajurit TNI ini menyusuri jalanan kampung untuk menyapa warga dari rumah ke rumah. Kegiatan anjangsana ini bertujuan untuk mendengar keluh kesah masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin baik.
Dalam kunjungan tersebut, Satgas 136/TS memberikan bantuan nyata bagi pemuda dan warga berupa: Perlengkapan Olahraga: Bola voli, net, dan bola kaki untuk membangkitkan semangat sportivitas generasi muda. Dan Pakaian Layak Pakai
Bagi para prajurit, seragam loreng bukanlah pembatas, melainkan jembatan untuk melindungi dan melayani. Letda Inf Abdul Heru menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menjadi bagian utuh dari keluarga besar Kampung Baktis.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami ada bukan hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga untuk menjadi bagian dari mereka. Apa yang kami lakukan mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa meninggalkan kesan yang berarti,” ungkap Letda Inf Abdul Heru Rabu ( 29/ 04/2026)
Kehadiran para prajurit ini menyisakan haru di hati warga. Egius, salah satu warga Kampung Baktis, mengungkapkan betapa berartinya perhatian yang diberikan oleh personel Satgas 136/TS. Baginya, bantuan materi hanyalah bonus, sementara kehadiran tulus adalah yang utama.
“Ini bukan soal bantuan saja. Ini soal perhatian. Kami merasa dilihat, dihargai, dan ditemani. Itu yang paling penting bagi kami di sini,” ucap Egius dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah segala keterbatasan infrastruktur dan akses, momen anjangsana ini menjadi percikan harapan baru bagi warga. Satgas 136/TS membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mereka datang membawa perlengkapan, namun pulang meninggalkan jejak abadi tentang kemanusiaan. Di Kampung Baktis, pesan itu tersampaikan dengan jelas: terkadang, yang paling dibutuhkan masyarakat bukanlah kemewahan, melainkan kehadiran seseorang yang benar-benar peduli. ( Redaksi)









