Jayapura,realitapapua.com ~ Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut Panglima Kodam XVII/Cenderawasih yang digelar di Hotel Suni Abepura, Jayapura, Kamis (2/4/2026). Momentum ini menjadi titik penting dalam estafet kepemimpinan dari Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P, kepada Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M.
Acara yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga insan pers tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi awal dalam mengemban tugas baru di Papua.
“Capaian yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya akan menjadi pijakan bagi kami untuk melanjutkan dan meningkatkan pengabdian di Kodam XVII/Cenderawasih,” ujarnya.
Pangdam juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh komponen agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, serta bersama-sama menjaga kedamaian di Papua,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Papua, Irjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H menegaskan bahwa pisah sambut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sekaligus awal tanggung jawab baru dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Gubernur juga menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Di sisi lain, dalam pesan perpisahannya, Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama masa tugasnya. Ia mengakui bahwa kebersamaan dengan masyarakat Papua menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pengabdiannya.
“Dukungan Forkopimda dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas. Saya juga memohon maaf atas segala kekurangan selama bertugas,” tuturnya.
Acara pisah sambut ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Papua. ( Redaksi)









