Usai Lebaran, Harga Cabai Rawit di Jayapura Meroket hingga Rp150 Ribu per Kilogram

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, realitapapua.com – Harga komoditas cabai rawit di pasar tradisional Kota Jayapura kian tak terkendali pasca-hari raya Idulfitri. Di Pasar Sentral Hamadi, harga salah satu bumbu dapur utama ini terpantau melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram.

Lonjakan harga yang signifikan ini diduga kuat dipicu oleh terhambatnya pasokan dari petani lokal serta terputusnya rantai distribusi dari luar wilayah Papua akibat faktor cuaca.

Kenaikan harga yang drastis ini merupakan dampak langsung dari minimnya stok yang masuk dari sentra pertanian lokal, seperti wilayah Koya dan Kabupaten Keerom.

Padahal dalam kondisi normal, harga cabai rawit di Jayapura biasanya stabil di kisaran Rp80.000 per kilogram.

Baca Juga :  Sinergi TNI-Polri Jaga Keamanan Wamena: Patroli Gabungan Pastikan Jayawijaya Kondusif

Selain masalah produksi lokal, distribusi cabai dari wilayah pemasok besar seperti Makassar dan Surabaya juga dilaporkan terhenti total.

Hal ini disebabkan oleh bencana banjir yang melanda wilayah-wilayah tersebut, sehingga pengiriman logistik ke Papua mengalami kendala besar.

“Stok lokal berkurang, sementara dari Makassar dan Surabaya sama sekali tidak ada barang masuk karena banjir di sana. Kami hanya mengandalkan sisa stok yang ada,” ujar Yani, salah satu pedagang di Pasar Hamadi, Jumat (27/3/2026).

Yani menambahkan bahwa kondisi harga yang tidak terkendali ini sebenarnya sudah dirasakan sejak menjelang Lebaran lalu. Bahkan, pada puncak arus permintaan, harga cabai rawit sempat menembus angka fantastis, yakni Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram.

Baca Juga :  Semarak HUT Bhayangkara ke-79, Polda Papua Sukses Selenggarakan Turnamen Badminton

Meskipun harga cabai rawit meroket, beberapa komoditas pangan lainnya terpantau relatif beragam:
Tomat: Rp10.000/kg
Bawang Merah: Rp65.000/kg
Bawang Putih: Rp50.000/kg
Cabai Besar (Lombok Padang): Rp70.000/kg
Daun Bawang: Rp60.000/kg

Para pedagang memprediksi bahwa tren kenaikan harga ini tidak akan bertahan lama. Jika distribusi dari petani lokal kembali lancar, harga diperkirakan akan mulai berangsur turun pada Senin mendatang.
Estimasi harga diharapkan dapat melandai ke angka Rp100.000 per kilogram, ( Redaksi)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga menurunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026
Berawal dari Curhatan Polos, Satgas Yonif 136/TS Salurkan Bantuan Donatur untuk Adik Liston di Puncak Jaya
Polda Papua Imbau Warga Bijak Medsos dan Tak Terprovokasi Jelang Aksi 3 Agustus
Pangdam XVII/Cenderawasih Tutup Diklat SPPI 2026, 347 Sarjana Siap Bangkitkan Ekonomi Daerah
Koops Habema Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Ketiga Pembunuhan OPM di Yahukimo
Antisipasi Unjuk Rasa 3 Agustus, Polresta Jayapura Kota Razia Sajam dan Miras di Heram
Bantu Warga di Daerah Terpencil, Satgas Yonif 136/TS Gelar Yankes Keliling di Puncak Jaya
Sentuhan Humanis Satgas Ops Damai Cartenz: Bagi Seragam hingga Edukasi Literasi Digital di Sarmi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Pertamina Patra Niaga menurunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Berawal dari Curhatan Polos, Satgas Yonif 136/TS Salurkan Bantuan Donatur untuk Adik Liston di Puncak Jaya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Polda Papua Imbau Warga Bijak Medsos dan Tak Terprovokasi Jelang Aksi 3 Agustus

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pangdam XVII/Cenderawasih Tutup Diklat SPPI 2026, 347 Sarjana Siap Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:14 WIB

Koops Habema Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Ketiga Pembunuhan OPM di Yahukimo

Berita Terbaru