Jayapura,realitapapua.com – Bulan Suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum penting bagi seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua untuk memperkuat spiritualitas sekaligus merawat keberagaman. Hal ini ditegaskan oleh tokoh Pemuda Muhammadiyah Papua, Reza Kaitam, S.Ak., M.Ak.
Dalam keterangannya, Reza menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah personal, melainkan jembatan untuk memperkokoh hubungan antarumat beragama, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura.
Reza mengawali narasinya dengan mengingatkan kembali peran historis Muhammadiyah. Sebagai gerakan Islam modernis terbesar dan tertua di Indonesia, Muhammadiyah telah membuktikan eksistensinya melalui kemandirian di berbagai sektor.
“Muhammadiyah dikenal luas sebagai organisasi sosial keagamaan yang sukses bergerak di ranah pendidikan, kesehatan, filantropi, hingga pemberdayaan sosial secara independen dan terpercaya,” ujar Reza.
Memasuki pertengahan bulan suci ini, Reza mengajak seluruh umat Muslim untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Namun, ia juga menitikberatkan pada pentingnya menjaga harmoni dengan pemeluk agama lain di Papua yang selama ini dikenal sebagai laboratorium toleransi di Indonesia.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan iman dan takwa, sekaligus menjalin hubungan baik dengan sesama pemeluk agama lainnya di Papua,” tuturnya.
Ia merumuskan empat pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial di Jayapura selama Ramadhan, yaitu: Saling Menghormati dalam menjalankan ibadah. Saling Menghargai perbedaan keyakinan. Saling Mengasihi sebagai sesama anak bangsa.
Mempererat Toleransi antarumat beragama demi kemajuan Papua.
Menutup pernyataannya, Reza berharap semangat Ramadhan tahun ini dapat membawa kedamaian yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Bumi Cendrawasih. ( Redaksi)









