Polres Jayapura Usut Kasus Penganiayaan Nakes di RSUD Yowari

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com – Kericuhan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (25/02/2026) malam. Seorang dokter dan perawat menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien yang tidak terima atas meninggalnya anggota keluarga mereka saat menjalani perawatan medis.

Polres Jayapura kini tengah menangani serius kasus tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, korban adalah dr. SS (32) selaku dokter jaga IGD dan Zr. HT (38), perawat jaga di ruangan yang sama. Sementara itu, terduga pelaku diketahui berinisial SS (69), yang merupakan orang tua dari pasien.

Insiden bermula sekitar pukul 20.00 WIT saat seorang pasien berinisial SS (40) tiba di IGD dalam kondisi kritis. Tenaga medis segera melakukan tindakan penyelamatan darurat
berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Keerom Timbun Jalan Amblas Rawan Kecelakaan

“Dalam situasi krusial tersebut, sempat terjadi adu argumen antara pihak keluarga dan tenaga medis di lokasi,” tulis laporan kronologi kepolisian.

Tepat pukul 20.20 WIT, dokter menyatakan pasien telah meninggal dunia. Informasi tersebut diduga memicu luapan emosi pihak keluarga hingga berujung pada tindakan fisik terhadap dokter dan perawat yang sedang bertugas.

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Polres Tolikara Gelar Patroli dan Razia Sajam: Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Karubaga

“Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Setiap peristiwa yang mengganggu ketertiban umum, apalagi menyangkut keselamatan tenaga medis, akan kami tangani secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKBP Dionisius.

Di sisi lain, Kapolres juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya pasien. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

“Tenaga medis menjalankan tugas kemanusiaan yang harus kita hormati dan lindungi bersama. Kami imbau masyarakat menahan diri dan mempercayakan seluruh proses hukum kepada kami,” tutupnya. . (Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru