Boven Digoel,realitapapua.com – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas insiden berdarah penembakan pesawat Smart Air PK-SNR. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat pesawat mendarat pukul 10.30 WIT. Usai menurunkan penumpang dan hendak bersiap terbang menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, situasi mendadak mencekam. Saat mesin mulai dinyalakan (start engine), sekitar 20 orang bersenjata api muncul dari arah penginapan bandara.
Para pelaku melepaskan tembakan dari jarak 200 meter, memicu kepanikan luar biasa. Meski sempat berusaha menyelamatkan diri ke pemukiman warga, kedua awak pesawat tersebut dikejar, ditangkap, dan dibawa kembali ke landasan sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.
Dalam proses rekonstruksi dan olah TKP yang berlangsung sejak pukul 09.10 WIT, tim Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel mengidentifikasi 23 titik penting, di antaranya 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat Pecahan kaca jendela pesawat Temuan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi aktif di landasan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa prosedur ini dilakukan secara profesional untuk memperjelas konstruksi perkara.
“Olah TKP ini sangat penting untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan terdokumentasi dengan akurat guna mendukung proses penyidikan secara komprehensif,” ujar Brigjen Faizal.
Hingga saat ini, para saksi mengaku tidak mengenali wajah para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat. Untuk pendalaman lebih lanjut, para saksi akan segera dievakuasi ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah.
Sementara itu, dampak dari aksi kekerasan ini mengakibatkan gelombang pengungsian. Sebanyak 33 warga mengungsi ke Kepi, dan enam lainnya ke Distrik Senggo, Kabupaten Mappi. Mengingat lokasi yang terisolasi, akses menuju Bandara Koroway Batu sejauh ini hanya bisa dijangkau melalui jalur udara dan sungai menggunakan perahu katinting.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium forensik.
Pihak Satgas menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi kelompok manapun yang mengganggu keamanan warga sipil maupun transportasi di Papua. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan tegas sesuai undang-undang yang berlaku.
( Redaksi)









