JAYAPURA, REALITAPAPUA.COM – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Papua memastikan ketersediaan pasokan beras di wilayah Papua dalam kondisi aman dan stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepastian tersebut diperoleh melalui kegiatan pengawasan dan monitoring intensif terhadap harga serta stok beras yang dilakukan di Gudang Bulog Jayapura, Selasa (16/12/2025), pukul 10.00 hingga 12.00 WIT. Pengecekan berlangsung di Gudang Bulog Jalan Santa Rosa Nomor 31, Argapura, Distrik Jayapura Selatan.
Tim Subdirektorat Ekonomi Dit Intelkam Polda Papua yang turun langsung ke lapangan diterima oleh Kepala Gudang Bulog Jayapura, Reza. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan harga beras, inventarisasi stok, hingga meninjau langsung proses operasional gudang.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jumlah dan ketahanan stok beras, proses pengisian karung oleh tenaga kerja, hingga pendistribusian beras ke armada truk angkutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya kendala dalam penyaluran beras ke masyarakat.
Iptu Jami Taga, SH, MH, dari Dit Intelkam Polda Papua, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas pangan menjelang hari besar keagamaan.
“Kami secara rutin melaksanakan pengecekan dan pengawasan terkait jumlah produksi, kapasitas gudang, serta memonitor potensi kendala pendistribusian beras agar penyaluran ke wilayah dapat berjalan lancar hingga Desember,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal agar Dit Intelkam Polda Papua berperan aktif dalam pengawasan distribusi bahan pokok strategis.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Jayapura, Reza, memastikan bahwa seluruh proses pengecekan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ia juga menjamin bahwa penyaluran beras kepada konsumen berjalan dengan baik dan terkendali.
Saat ini, Gudang Bulog Jayapura memiliki daya tampung hingga 60.000 ton beras. Adapun kendala yang dihadapi menjelang Natal dan Tahun Baru adalah tingginya volume stok, sehingga memerlukan waktu dan tenaga ekstra dalam proses pendistribusian ke berbagai wilayah.









