Unjuk Rasa Di Abepura, Ricuh 1 Polisi Terluka, 2 Mobil Rusak, 1 Dibakar

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com –Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, pada Rabu siang (22 Mei 2025) berakhir ricuh.

Kericuhan ini mengakibatkan satu anggota polisi dan dua warga terluka akibat lemparan batu, serta rusaknya dua kendaraan operasional Polresta Jayapura Kota dan satu mobil PDAM yang dibakar massa.

Aksi yang diikuti oleh ribuan massa ini sebelumnya sempat berlangsung aman. Namun, situasi berubah tegang saat massa mulai melempar batu ke arah petugas kepolisian.

Melihat situasi tersebut, aparat kepolisian bertindak tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akibat lemparan batu, satu anggota polisi terluka dan dua warga sipil harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain korban luka, massa juga merusak dua unit kendaraan operasional milik Polresta Kota Jayapura dan membakar satu unit mobil PDAM.

Baca Juga :  Pangdam XVII/Cenderawasih Resmi Buka Karya Bakti Skala Besar 2026 di Papua Pegunungan

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen,, saat diwawancarai di tempat kejadian menjelaskan bahwa kericuhan bermula ketika massa aksi memaksakan diri melakukan long march.

“Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan agar massa berkumpul di Lingkaran Atas untuk menyampaikan aspirasi. Kami sudah memberikan ruang,” ungkap Kapolresta.

Kapolresta melanjutkan, negosiasi sempat mencapai kesepakatan agar massa bergeser ke Lingkaran Atas. Namun, massa justru menduduki pertigaan lampu merah Abepura dan mulai melempar batu ke arah aparat kepolisian.

“Saat kami berikan ruang, massa malah berkeras ingin long march dan menduduki pertigaan. Pelemparan batu oleh massa yang mulai anarkis kemudian dibalas sesuai SOP dengan menembakkan gas air mata,” jelasnya.

Aksi massa semakin anarkis setelah tembakan gas air mata, yang ditandai dengan pengrusakan mobil dinas Polri dan pembakaran mobil PDAM.

Kombes Pol Fredrickus menduga adanya provokator yang memaksakan kehendak untuk long march meskipun kesepakatan sudah tercapai.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Operasi Zebra Cartenz-2025 Digelar di Papua: Ini 8 Target Utama Pelanggaran Lalin

“Aksi hari ini sudah merupakan modus mereka untuk menciptakan bentrok dengan aparat,” tegasnya. Aparat bahkan menemukan bahwa massa aksi telah menyiapkan bom molotov, namun berhasil terdeteksi dan diamankan anggota.

Menyikapi penggunaan gas air mata, Kapolresta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar yang terdampak.

Ia menegaskan bahwa Kepolisian tidak pernah membatasi penyampaian aspirasi di ruang publik. Namun, aksi dengan menduduki persimpangan lampu merah telah mengganggu kepentingan dan ketertiban umum.

“Kami akan menyikapi peristiwa pengrusakan dan jatuhnya korban akibat pelemparan batu ini. Sampaikan aspirasi, tapi jangan ganggu aktivitas masyarakat umum,” pungkas Kapolresta.

Saat ini, situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. Meski demikian, aparat gabungan TNI dan Polri masih bersiaga di sekitar Lingkaran Abepura untuk mengantisipasi potensi aksi susulan.

( Redaksi)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga menurunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026
Berawal dari Curhatan Polos, Satgas Yonif 136/TS Salurkan Bantuan Donatur untuk Adik Liston di Puncak Jaya
Polda Papua Imbau Warga Bijak Medsos dan Tak Terprovokasi Jelang Aksi 3 Agustus
Pangdam XVII/Cenderawasih Tutup Diklat SPPI 2026, 347 Sarjana Siap Bangkitkan Ekonomi Daerah
Koops Habema Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Ketiga Pembunuhan OPM di Yahukimo
Antisipasi Unjuk Rasa 3 Agustus, Polresta Jayapura Kota Razia Sajam dan Miras di Heram
Bantu Warga di Daerah Terpencil, Satgas Yonif 136/TS Gelar Yankes Keliling di Puncak Jaya
Sentuhan Humanis Satgas Ops Damai Cartenz: Bagi Seragam hingga Edukasi Literasi Digital di Sarmi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Pertamina Patra Niaga menurunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Berawal dari Curhatan Polos, Satgas Yonif 136/TS Salurkan Bantuan Donatur untuk Adik Liston di Puncak Jaya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Polda Papua Imbau Warga Bijak Medsos dan Tak Terprovokasi Jelang Aksi 3 Agustus

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pangdam XVII/Cenderawasih Tutup Diklat SPPI 2026, 347 Sarjana Siap Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:14 WIB

Koops Habema Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Ketiga Pembunuhan OPM di Yahukimo

Berita Terbaru